Berita

Polres Sumbawa Barat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M: Teladani Akhlak Rasulullah Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

×

Polres Sumbawa Barat Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M: Teladani Akhlak Rasulullah Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Share this article

SUMBAWA BARAT – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa Barat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H / 2026 M bertempat di lingkungan Polres Sumbawa Barat. Kegiatan keagamaan ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU), personel Polres Sumbawa Barat, tokoh agama, serta anak-anak santri/yatim setempat.
Peringatan Maulid Nabi kali ini mengusung tema: “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.
Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Anak Agung Made Subrata menyampaikan bahwa momentum peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan sarana untuk memperkuat keimanan serta membina rohani seluruh jajaran kepolisian.
“Melalui peringatan ini, kita diajak untuk memperkuat integritas dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW. Hal ini menjadi modal utama bagi personel Polres Sumbawa Barat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan Polri yang Presisi,” ujar Kasi Humas Polres Sumbawa Barat Iptu Anak Agung Made Subrata.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan salawat, ceramah agama, doa bersama, serta penyerahan tali asih/santunan kepada para santri sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur jajaran Polres Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…