Berita

DEMI DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN, ANGGOTA POLSEK KEREK SILATURAHMI DENGAN KELOMPOK TANI

×

DEMI DUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN, ANGGOTA POLSEK KEREK SILATURAHMI DENGAN KELOMPOK TANI

Share this article

 

TUBAN-KEREK – Kamis (27/08/2026), Demi mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Anggota Polsek Kerek Polresta Tuban melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan kelompok tani di Desa Margorejo Kecamatan Kerek.

Kegiatan tersebut merupakan penjabaran terhadap arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Irawan S.H., M.Tr.Opsla., terhadap Kapolsek Kerek Iptu Kastur SH., dan Bhabinkamtibmas untuk mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di Bidang Ketahanan Pangan.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Polsek Kerek berdialog langsung dengan petani terkait kendala yang dihadapi selama proses tanam, pemeliharaan, hingga pasca panen. Selain itu, petugas juga memberikan motivasi agar kelompok tani terus semangat dalam bercocok tanam demi mewujudkan swasembada pangan dari tingkat desa.

“Sinergi antara Polri dengan kelompok tani ini penting, kata Pak Yan saat membuka pembicaraan dengan anggota kelompok tani. Kami hadir bukan hanya menjaga Kamtibmas, tapi juga mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan. Untuk itu, mari bersama kita jaga lahan produktif dan hasil pertanian warga,” tambah Pak Yan.

Para petani menyambut baik kegiatan ini dan berharap silaturahmi seperti ini dapat terus dilakukan. “Semoga dengan adanya pendampingan, diharapkan hasil pertanian jagung di wilayah Kerek dapat meningkat. Kata Pak Slamet menutup pertemuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…