Berita

Bhabinkamtibmas Desa Sakra Pantau Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Lansia

×

Bhabinkamtibmas Desa Sakra Pantau Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Lansia

Share this article

Lombok Timur — Bhabinkamtibmas Desa Sakra Polsek Sakra, Aipda M. Ali Nafiah, melaksanakan kegiatan sambang desa sekaligus memantau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat lanjut usia (lansia) di Kantor Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WITA dengan menyasar warga masyarakat, khususnya kelompok lansia dan warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu, termasuk tuberkulosis (TBC).

Dalam kegiatan tersebut, AIPDA M. Ali Nafiah memantau secara langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur di Kantor Desa Sakra. Kehadiran Bhabinkamtibmas bertujuan untuk memastikan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Warga diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan, mengikuti pemeriksaan secara rutin, serta tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Aipoda M. Ali Nafiah juga melakukan koordinasi dengan perangkat Desa Sakra, khususnya para kepala dusun, terkait perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Desa Sakra Selatan.

Koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengetahui perkembangan situasi di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara Bhabinkamtibmas dengan pemerintah desa dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Dari hasil pemantauan dan koordinasi, situasi kamtibmas di wilayah Desa Sakra Selatan hingga saat ini terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan sambang dan monitoring tersebut, Polsek Sakra terus menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kegiatan pelayanan publik dan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…