Berita

Berupaya Berikan Rasa Aman, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dampingi Pembagian Ahli Waris Tanah di Kelurahan Denggen

×

Berupaya Berikan Rasa Aman, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Dampingi Pembagian Ahli Waris Tanah di Kelurahan Denggen

Share this article

Lombok Timur — Bhabinkamtibmas Kelurahan Denggen Polsek Selong, AIPTU Safrudin, bersama Babinsa Kelurahan Denggen Sertu Irawan Jayadi, melaksanakan kegiatan sambang sekaligus pendampingan dan pengamanan pembagian harta warisan berupa tanah rau/kebun di Lingkungan Denggen Daya, Kelurahan Denggen, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.15 WITA dengan menyambangi masyarakat sekaligus memastikan proses pembagian tanah warisan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama Babinsa melakukan pendampingan kepada pihak-pihak yang berkaitan dengan proses pembagian harta warisan. Kehadiran aparat TNI-Polri tersebut merupakan bentuk upaya preventif untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman maupun potensi perselisihan di tengah masyarakat.

AIPTU Safrudin juga mengimbau kepada seluruh pihak agar setiap persoalan yang berkaitan dengan pembagian harta warisan dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan silaturahmi dan keharmonisan antaranggota keluarga maupun masyarakat.

Selain melakukan pendampingan, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan setiap permasalahan.

Kegiatan sambang dan pendampingan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah warga turut memperkuat koordinasi serta membangun hubungan yang baik antara aparat keamanan dengan masyarakat.

Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, situasi selama proses pembagian tanah warisan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan kedekatan dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian melalui kehadiran langsung di tengah-tengah warga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…