Berita

Pelayanan Prima, Satlantas Polres Bima Kabupaten Gelar Rawan Pagi di Jam Sibuk

×

Pelayanan Prima, Satlantas Polres Bima Kabupaten Gelar Rawan Pagi di Jam Sibuk

Share this article

 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Polda NTB melaksanakan kegiatan Pengaturan arus lalulintas rawan Pagi di sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan dan padat kendaraan di wilayah hukumnya.

Kegiatan berlangsung pada Rabu 26 Agustus 2026 dimulai sejak pukul 06.00 Wita ini salah satunya di cabang Talabibu Kecamatan Woha dan beberapa titik strategis lainnya.

Tujuannya adalah untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengguna jalan, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jam-jam sibuk.

Petugas juga menghimbau Untuk masyarakat/ pengendara roda 2 dan roda 4 atau lebih agar selalu taat peraturan lalulintas, seperti tidak menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi, menggunakan Helm SNI, tidak bonceng 3 ,kelengkapan surat-surat seperti SIM, STNK, TNKB yang terpasang

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasat lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo, S.H. mengatakan bahwa, Pengamanan dan Pengaturan arus lalulintas ( rawan ) pagi merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari pelayanan prima Polri kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Bima dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas” Jelasnya

Dalam pelaksanaannya petugas juga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas, gunakan helm standar, lengkapi surat-surat kendaraan, dan selalu waspada selama berkendara.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan arus lalu lintas berjalan lancar, terutama pada pagi hari saat aktivitas warga meningkat. Ini juga bentuk preventif kami untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…