Berita

Dukung Ketahanan Pangan, Anggota Polsek Bancar Turun Langsung Bantu Warga Desa Ngampelrejo Panen Jagung

×

Dukung Ketahanan Pangan, Anggota Polsek Bancar Turun Langsung Bantu Warga Desa Ngampelrejo Panen Jagung

Share this article

 

TUBAN BANCAR – Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bancar Polresta Tuban kembali menunjukkan sinergitas nyata bersama masyarakat di sektor pertanian. Kali ini, Anggota Polsek Bancar, Bripda Dodi Eko, terjun langsung ke sawah untuk melaksanakan panen jagung bersama warga di Desa Ngampelrejo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban.

Kegiatan pendampingan dan gotong royong ini dilaksanakan atas arahan langsung dari Kapolsek Bancar, Iptu Dwi Purwoko, S.H., serta Kapolresta Tuban, Kehadiran personel kepolisian di tengah-tengah petani ini tidak hanya bertujuan mempercepat proses masa panen, tetapi juga menjadi sarana serap aspirasi untuk mendengarkan langsung kendala yang dihadapi oleh para petani di lapangan, seperti ketersediaan pupuk maupun gangguan hama.

Kapolresta Tuban, melalui Kapolsek Bancar, Iptu Dwi Purwoko, S.H., menyampaikan bahwa keterlibatan aktif anggota kepolisian di sektor pertanian merupakan bentuk komitmen Polri dalam mengawal program pemerintah demi mewujudkan swasembada pangan. Dengan hadirnya polisi, diharapkan produktivitas pertanian warga di wilayah hukum Polresta Tuban terus meningkat dan para petani merasa semakin terayomi.

Aksi nyata Bripda Dodi Eko yang tak segan berbaur dan memanen jagung di bawah terik matahari ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat setempat.

Cipto, salah seorang warga dan petani di Desa Ngampelrejo yang ikut dalam panen tersebut, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepedulian dari aparat kepolisian.

“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada Pak Dodi dan jajaran Kepolisian dari Polsek Bancar maupun Polresta Tuban. Jarang-jarang ada polisi yang mau turun langsung ke sawah panas-panasan membantu petani panen jagung seperti ini. Kehadiran bapak polisi membuat kami sebagai petani merasa dihargai dan disemangati. Harapan kami, pendampingan seperti ini bisa terus berjalan agar jika petani ada kendala pupuk atau air, bisa dibantu dicarikan solusinya bersama-sama,” ungkap Cipto.

Melalui kegiatan sinergis seperti ini, Polsek Bancar membuktikan bahwa fungsi Polri di pedesaan tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga menjadi motor penggerak kesejahteraan warga di bidang ketahanan pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…