Berita

Siaga Bahaya Kebakaran, Polres Bima Kota Pasang APAR di Titik Strategis

×

Siaga Bahaya Kebakaran, Polres Bima Kota Pasang APAR di Titik Strategis

Share this article

Kota Bima, NTB – Mengantisipasi potensi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas terik, Polres Bima Kota meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan pendataan dan pemasangan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di sejumlah titik strategis lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Bima Kota.

Kegiatan pemasangan APAR tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 14.00 Wita, bertempat di Mako Polres Bima Kota.

Sebanyak 42 unit APAR disiapkan dan dipasang, terdiri dari 37 unit APAR dengan kapasitas 3 kilogram dan 5 unit APAR dengan kapasitas 5 kilogram.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel dalam mengantisipasi berbagai potensi bahaya kebakaran, khususnya di lingkungan perkantoran dan fasilitas pelayanan kepolisian.

Menindaklanjuti arahan tersebut, personel Satuan Samapta Polres Bima Kota bersama Kasat Samapta melaksanakan pendataan sekaligus pemasangan APAR yang tersedia di Satuan Samapta.

“Pemasangan APAR ini merupakan langkah preventif untuk mendukung kesiapsiagaan dan mengantisipasi potensi bahaya kebakaran di lingkungan Mako Polres Bima Kota,” ujar Kapolres Bima Kota.

Pemasangan APAR dilakukan pada titik-titik strategis yang mudah dijangkau personel, sehingga dapat segera digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran atau keadaan darurat lainnya.

Selain meningkatkan kesiapsiagaan internal, Polres Bima Kota juga mengimbau masyarakat agar turut melakukan langkah pencegahan kebakaran sejak dini. Warga diharapkan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta menyediakan APAR di rumah maupun tempat usaha sebagai langkah antisipasi.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. APAR perlu ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat dan mudah dijangkau, sehingga dapat digunakan dengan cepat apabila terjadi kebakaran kecil sebelum api membesar,” jelasnya.

Polres Bima Kota mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas. Kesiapsiagaan bersama diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran serta melindungi keselamatan jiwa dan harta benda.

Dengan tersedianya 42 unit APAR di lingkungan Mako Polres Bima Kota, diharapkan langkah mitigasi dan respons awal terhadap potensi kebakaran dapat dilakukan secara cepat, tepat dan efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…