Berita

Patroli KRYD Siang Hari, Polsek Woha Pastikan Kondusifitas Wilayah Hukumnya Tetap Kondusif

×

Patroli KRYD Siang Hari, Polsek Woha Pastikan Kondusifitas Wilayah Hukumnya Tetap Kondusif

Share this article

 

 

Piket Regu III SPKT Polsek Woha jajaran Polres Bima Kabupaten Polda NTB secara rutin melaksanakan Patroli KRYD siang hari di wilayah hukumnya.

Patroli KRYD tersebut merupakan upaya preventif Polsek Woha untuk memberikan Rasa Aman dan mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan Kamtibmas yang meresahkan masyarakat.Minggu 23 Agustus 2026.

 

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 10.00. Wita itu tim Patroli yang dikendalikan oleh Kapolseknya AKP Muhtar itu menyambangi beberapa desa hingga lokasi wisata waterboom bimantara yang berlokasi di desa Donggobolo Kecamatan Woha.

 

Terminal dan pasar Tente juga menjadi sasaran patroli yang diawaki oleh empat orang personel itu.Tim Patroli menyampaikan himbauan dan pesan Kamtibmas kepada pedagang maupun masyarakat sekitar.

Di tempat wisata petugas memberikan himbauan kepada para orang tua agar menjangkau anak anak untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan.

 

Patroli tersebut juga bertujuan untuk mencegah adanya kasus 3C, balapan liar, premanisme dan lainnya yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polsek Woha.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Hingga berakhirnya kegiatan tersebut situasi Kamtibmas secara keseluruhan dilaporkan dalam keadaan Kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…