Berita

Kanit Binmas Polsek Wawo Jadi Pembina Upacara di SDN Kawae, Berikan Edukasi kepada Siswa

×

Kanit Binmas Polsek Wawo Jadi Pembina Upacara di SDN Kawae, Berikan Edukasi kepada Siswa

Share this article

Bima, NTB – Dalam rangka membangun kedekatan dengan dunia pendidikan sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda, Kanit Binmas Polsek Wawo Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan pembinaan melalui upacara bendera di SDN Kawae, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 24 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WITA, bertempat di SDN Kawae, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, dengan sasaran para guru dan siswa.

Kapolres Bima Kota AKBP MUBIARTO, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wawo Iptu Iksan, menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut Kanit Binmas Polsek Wawo Aipda Wahyidin bertindak sebagai pembina upacara.

Dalam amanatnya, Aipda Wahyidin memberikan sejumlah imbauan dan edukasi kepada para siswa agar senantiasa rajin belajar dan disiplin dalam mengikuti proses pendidikan di sekolah.

Para siswa juga diingatkan untuk menghormati guru, menaati tata tertib sekolah serta menjaga sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Polsek Wawo dalam membangun komunikasi dan kedekatan dengan pihak sekolah serta memberikan motivasi positif kepada para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Polri berharap para siswa SDN Kawae semakin termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh, memiliki kedisiplinan serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…