Berita

Kedekatan Polri dan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Soromandi Jadi Khotib Sholat Jum,at di Masjid Al-Amin Desa Lewintana

×

Kedekatan Polri dan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Polsek Soromandi Jadi Khotib Sholat Jum,at di Masjid Al-Amin Desa Lewintana

Share this article

 

Bhabinkamtibmas Polsek Soromandi Polres Bima Kabupaten Polda menjadi khatib Shalat Jumat di masjid Al-Amin Desa Lewintana Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Jum,at 21 Agustus 2026 pukul 12.00. Wita.

Dalam khotbahnya yang berjudul
“jangan pernah meninggalkan sholat lima waktu dimana pun kita berada”
Aiptu Budianto S.H.,memberikan ceramah keagamaan yang berisi pesan-pesan dalam hal kebenaran dan kesabaran yang berhubungan dengan Kamtibmas.

Sholat adalah kewajiban yang pertama kali setelah ikhas dan tauhid, sholat merupakan amal pertama kali dihisab di yaumil akhir, sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat wasiat terakhir disampaikan oleh Rasululah kepada Umul salamah, kepada keluarganya, para sahabat dan umatnya, sholat dapat memasukan seseorang kedalam surga, orang yang meninggalkan sholat akan dimasukan kedalam Neraka Saqar.

Aiptu Budianto juga memberikan himbauan kepada jamaah Salat Jumat agar waspada terhadap kejahatan Curanmor, pemberantasan dan pencegahan Narkoba serta memberikan penjelasan tentang bahaya laten Napza

Bahwa keterlibatan personel kepolisian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan, merupakan implementasi nyata Polri Presisi yang mengedepankan pendekatan humanis dan kedekatan dengan warga.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

Selama pelaksanaan Sholat Jumat berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kendala yang dapat menghambat jalannya ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…