Berita

Jelang UKP 2027, 48 Personel Polres Sumbawa Barat Ikuti Latihan Beladiri Polri

×

Jelang UKP 2027, 48 Personel Polres Sumbawa Barat Ikuti Latihan Beladiri Polri

Share this article

Sumbawa Barat — Sebanyak 48 personel Polres Sumbawa Barat yang akan mengikuti Ujian Kenaikan Pangkat (UKP) periode 1 Januari 2027 mengikuti latihan beladiri Polri sebagai bagian dari persiapan menghadapi tahapan kenaikan pangkat yang dilaksanakan di lapangan mako polres sumbawa barat.Sabtu,(22/08/2026)

Kegiatan latihan dilaksanakan secara terarah dan disiplin dengan materi dasar beladiri Polri. Para personel mengikuti setiap gerakan dan instruksi pelatih dengan penuh semangat, mulai dari sikap dasar hingga teknik gerakan yang membutuhkan ketangkasan, konsentrasi, koordinasi, dan kebugaran fisik.

Sebanyak 48 personel yang mengikuti UKP tersebut terdiri dari 9 perwira dan 39 bintara. Dengan rincian, IPTU ke AKP sebanyak 3 orang, IPDA ke IPTU sebanyak 6 orang, AIPDA ke AIPTU sebanyak 5 orang, BRIPKA ke AIPDA sebanyak 6 orang, BRIPTU ke BRIGPOL sebanyak 7 orang, serta BRIPDA ke BRIPTU sebanyak 21 orang.

Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, IPTU Anak Agung Made Subrata, menyampaikan bahwa latihan beladiri merupakan salah satu bentuk kesiapan personel dalam menghadapi proses UKP sekaligus untuk meningkatkan kemampuan dan kebugaran dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Latihan ini merupakan bagian dari persiapan personel yang akan mengikuti UKP periode 1 Januari 2027. Selain sebagai pemenuhan tahapan dan penilaian kemampuan, kegiatan ini juga bertujuan menjaga kebugaran serta meningkatkan keterampilan personel dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujar IPTU Anak Agung Made Subrata.

Ia menambahkan, kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan sekaligus tanggung jawab yang harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

“Dengan adanya latihan secara rutin dan terukur, kami berharap seluruh personel semakin siap, baik secara fisik maupun mental. Kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan latihan beladiri berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh personel yang mengikuti UKP dapat memenuhi standar kemampuan yang telah ditentukan serta semakin profesional, disiplin, dan siap menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…