Berita

Jadi Khotib dan Imam Sholat Jum,at, Diatas Mimbar Masjid Bhabinkamtibmas Polsek Woha Ajak Masyarakat Hidup Rukun dan Damai

×

Jadi Khotib dan Imam Sholat Jum,at, Diatas Mimbar Masjid Bhabinkamtibmas Polsek Woha Ajak Masyarakat Hidup Rukun dan Damai

Share this article

 

Bhabinkamtibmas Polsek Woha Polres Bima Kabupaten Polda NTB Brigpol Angga Kusuma Wijaya menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban (kamtibmas), nilai-nilai keagamaan, serta kerukunan warga langsung dari mimbar masjid.

Pesan itu disampaikannya saat menghadiri undangan dari pengurus masjid Al-Whustha Desa Panda Kecamatan Palibelo untuk menjadi imam dan khatib shalat Jum’at.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Brigpol Angga Kusuma Wijaya dalam khutbahnya disampaikan tema tentang Isalam Sebagai Agama Universal,

Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menyambut positif apa yang di programkan anggotanya

“Penyampaian pesan kamtibmas bisa dilakukan dengan berbagai cara. Tujuannya pesan yang disampaikan bisa tersampaikan kepada masyarakat sehingga berkontribusi dalam keamanan dan ketertiban,”Ujarnya.

Dikatakannya, bahwa legiatan ini menunjukkan bahwa polisi itu bukan hanya bertugas untuk menjaga keamanan saja tapi juga peduli sama keagamaan dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…