Berita

POLRI MENDUKUNG PROGRAM ASTACITA PRESIDEN RI, ANGGOTA POLSEK PARENGAN POLRESTA TUBAN LAKSANAKAN PENDAMPINGAN PETANI JAGUNG DI DESA SUKOREJO KEC. PARENGAN

×

POLRI MENDUKUNG PROGRAM ASTACITA PRESIDEN RI, ANGGOTA POLSEK PARENGAN POLRESTA TUBAN LAKSANAKAN PENDAMPINGAN PETANI JAGUNG DI DESA SUKOREJO KEC. PARENGAN

Share this article

 

PARENGAN – Dalam upaya mendukung program pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Parengan terus aktif turun ke lapangan.

​Pada Jum’at (21/8/2026) pagi sekitar pukul 09.00 Wib sampai selesai, Anggota Polsek Parengan Aipda Kasuri, melaksanakan kegiatan sambang lokasi tanaman jagung di area persawahan Desa Sukorejo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban.

​Kehadiran Aipda Kasuri di tengah-tengah hamparan tanaman jagung yang masa berbunga tersebut bertujuan untuk memonitor perkembangan tanaman jagung milik petani di wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Parengan Kabupaten Tuban.

​Melalui program sambang desa dan pendampingan sektor pertanian ini, diharapkan kesejahteraan warga masyarakat Desa Sukorejo dapat terus meningkat ke arah yang lebih baik. Komunikasi yang terjalin erat antara aparat kepolisian dan petani juga diharapkan mampu menyerap aspirasi serta menjaga situasi kamtibmas di lingkungan pertanian tetap kondusif.

​Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Berbagai dokumentasi terkait jalannya kegiatan sambang sawah ini juga telah dihimpun sebagai bentuk laporan pertanggungjawaban tugas di lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…