Berita

“Polsek Kerek Polresta Tuban Dukung Ketahanan Pangan Nasional”

×

“Polsek Kerek Polresta Tuban Dukung Ketahanan Pangan Nasional”

Share this article

 

TUBAN-KEREK –Kamis (20/08/2026), Dalam rangka mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional, Anggota Polsek Kerek Polresta Tuban melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan terhadap masyarakat petani di lahan pertanian jagung.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif serta meningkatkan hasil pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kerek berdialog langsung dengan petani untuk mengetahui kondisi tanaman, kendala yang dihadapi, serta memberikan motivasi agar produktivitas pertanian terus ditingkatkan.

Melalui kegiatan monitoring ini, Polri turut mendorong terjalinnya sinergi dengan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Selain mendukung ketahanan pangan, kehadiran anggota di lapangan juga menjadi bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri yang dilaksanakan sesuai dengan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Irawan, S.H., M.Tr.Opsla., kepada Kapolsek Kerek Iptu Kastur, S.H., demi mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.

Polsek Kerek Polresta Tuban berkomitmen untuk terus hadir dan bersinergi bersama masyarakat dalam mendukung pemanfaatan lahan produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan swasembada pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…