Berita

Akibat Rem Blong, 16 Penumpang Terluka, Polsek Sape Cek TKP Laka Tunggal

×

Akibat Rem Blong, 16 Penumpang Terluka, Polsek Sape Cek TKP Laka Tunggal

Share this article

Bima Kota, NTB – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Lintas Sape–Bima, tepatnya di tikungan Jembatan Jengki, Dusun Jo Rato, Desa Sari, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 16.45 WITA.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit mobil pikap Suzuki Mega Carry warna putih dengan nomor polisi EA 8049 YK. Kendaraan mengalami kecelakaan setelah diduga mengalami rem blong saat melaju di turunan Jembatan Jengki.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Sape AKP Sirajuddin menjelaskan, kendaraan tersebut dikemudikan oleh Arifin (58), laki-laki, pekerjaan pedagang, warga Dusun Barekah, Desa Rai Oi, Kecamatan Sape.

Saat kejadian, mobil pikap tersebut datang dari arah barat atau dari Kota Bima menuju Kecamatan Sape dengan membawa sebanyak 17 orang penumpang. Sesampainya di turunan Jembatan Jengki, kendaraan tiba-tiba mengalami rem blong.

Mengetahui kondisi tersebut, pengemudi kemudian membanting setir. Namun, kendaraan kehilangan kendali hingga terguling dan mengakibatkan para penumpang yang berada di bagian belakang terjatuh.

“Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan 16 orang penumpang mengalami luka-luka,” jelas Kapolsek Sape.

Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan kepada para korban. Selanjutnya, para korban dievakuasi menuju BLUD Puskesmas Sape untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada pukul 17.00 WITA, personel piket jaga Mako Polsek Sape mendatangi BLUD Puskesmas Sape untuk mengecek kondisi para korban sekaligus melakukan penanganan awal terkait kecelakaan tersebut.

Dari hasil pengecekan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut. Personel Polsek Sape juga melakukan pengecekan di lokasi kejadian serta mengamankan kendaraan yang mengalami kecelakaan.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan penumpang, agar selalu memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…