Berita

Peletakan Batu Pertama SPKT Polsek Sape, Kapolres Bima Kota Tekankan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

×

Peletakan Batu Pertama SPKT Polsek Sape, Kapolres Bima Kota Tekankan Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Share this article

Kota Bima, NTB – Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sape, Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, bertempat di Mako Polsek Sape.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bima Kota didampingi Wakapolres Bima Kota Kompol Dedy Supriyadi serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Bima Kota.

Peletakan batu pertama ini menjadi tanda dimulainya pembangunan fasilitas pelayanan kepolisian yang diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polsek Sape.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa SPKT merupakan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, yakni unit pelayanan yang bertugas memberikan pelayanan kepolisian secara cepat, terpadu dan gratis kepada masyarakat, baik di tingkat Polsek, Polres maupun Polda.

“Pembangunan SPKT ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya fasilitas yang lebih representatif, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pelayanan kepolisian dengan lebih mudah, cepat dan nyaman,” jelas Kapolres.

Menurutnya, peningkatan sarana dan prasarana pelayanan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, transparan dan humanis.

Pembangunan SPKT Polsek Sape tersebut direncanakan berlangsung selama 120 hari kerja dan dikerjakan oleh CV. Marangga Jaya Perkasa.

Kapolres berharap proses pembangunan dapat berjalan dengan baik sesuai perencanaan dan selesai tepat waktu, sehingga bangunan tersebut segera dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas personel Polsek Sape dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Yang paling utama adalah bagaimana fasilitas ini nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung personel Polsek Sape dalam memberikan pelayanan yang profesional, humanis dan responsif,” pungkasnya.

Peletakan batu pertama pembangunan SPKT Polsek Sape tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen Polres Bima Kota untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan sarana serta prasarana pelayanan publik.

Dengan hadirnya fasilitas SPKT yang lebih representatif, Polres Bima Kota berharap kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah hukum Polsek Sape, semakin optimal dan mampu memberikan rasa aman serta kepuasan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…