Berita

Kapolsek Brang Rea dan Anggota Berikan Pertolongan Kepada Korban Laka Lantas

×

Kapolsek Brang Rea dan Anggota Berikan Pertolongan Kepada Korban Laka Lantas

Share this article

Sumbawa Barat – Kapolsek Brang Rea Resor Sumbawa Barat Iptu Edi Sobandi Adiredja, S.Sos beserta anggota memberikan pertolongan dan keamanan kepada korban Kecelakaan Lalu Lintas yang terjadi di jalan lintas Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat, pada Selasa (18/8/2026), pukul 17.40 Wita.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP Rendy Andy Julikhlas, SH.,S.I.K.,M.Si melalui Kasi Humas Polres iptu Anak Agung Made Subrata kepada awak media membenarkan terjadinya Laka Lantas di wilayah Hukum Polsek Brang Rea tersebut.

Lanjut Kasi Humas, adapun identitas pengendara dan kendaraan sebagai berikut:
1. Pengendara Motor Honda Vario Warna Putih No Plat DK 5769 UBE pengendara Sdr. Rian Saputra, 28 tahun, Laki – laki, Wiraswasta, Rt.rw 17/05 Dusun Sario Desa Tepas Kec. Brang Rea KSB.
Kondisi : memar di bagian Mata Kiri karena terjatuh.

2. Pengendara sepada listrik warna merah pengendara Sdr. hisyam Ulul Alba ,9 tahun, Laki – laki, Pelajar, Alamat Dusun Sapugara Desa Sapugara Bree Kec. Brang Rea KSB.
Kondisi : Luka Robek di Betis sebelah kiri, lecet bagian pinggang dan siku kanan.

Kasi Humas memaparkan kronologis terjadinya laka lantas tersebut.
“Pengguna sepeda motor yang dikendarai oleh Rian Saputra, datang dari arah taliwang menuju Brang Rea tepatnya di jalan Depan Lapangan Desa Sapugara Bree ,pengguna Sepeda akan belok menyebrang kedalam lapangan namun tidak melihat motor yang lewat sehingga sepeda listrik tersebut menabrak pengendara motor yang lewat, Kemudian keduanya di larikan ke Puskemas Brang Rea untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menjelaskan atas kejadian Laka Lantas tersebut kemudian tindakan yang di ambil oleh Kepolisian yaitu, setelah menerima laporan kemudian mendatangi tempat terjadinya laka lantas tersebut, kemudian melaporkan kepada pimpinan untuk ditindak lanjuti.

Masih di katakan Kasi Humas, selanjutnya Kapolsek Brang Rea Iptu Edi Sobandi Adiredja, S.Sos melakukan mediasi terhadap kedua belah pihak dan di sepakati berdamai dengan dibuatkan surat pernyataan

Selain itu Kapolsek Brang Rea juga menghimbau agar kepada para pengendara untuk lebih berhati hati dalam menjalankan kendaraannya.

” Patuhi semua rambu rambu lalu lintas, periksa kondisi kendaraan sebelum berpergian, gunakan helm standar SNI bagi pengguna Roda 2 dan yang di bonceng, gunakan sabuk pengaman bagi pengendara Roda 4, juga kepada orang tua agar betul betul menjaga putra putrinya yang masih di bawah umur untuk tidak mengendarai kendaraan sendiri,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…