Berita

Polsek Asakota Periksa Handphone Personel, Cegah Judi Online dan Pinjaman Online

×

Polsek Asakota Periksa Handphone Personel, Cegah Judi Online dan Pinjaman Online

Share this article

Kota Bima, NTB – Polsek Asakota Polres Bima Kota melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan handphone milik personel sebagai langkah pencegahan terhadap keterlibatan anggota dalam aktivitas judi online maupun pinjaman online yang berpotensi menimbulkan permasalahan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, sekitar pukul 08.15 Wita, bertempat di Lapangan Apel Mako Polsek Asakota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan internal sekaligus memastikan seluruh personel Polsek Asakota terbebas dari aktivitas yang dapat mencoreng citra institusi Polri.

Pemeriksaan handphone dipimpin langsung oleh Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin dan dilaksanakan oleh PS. Kanit Propam AIPTU Irwansyah. Pemeriksaan dilakukan secara satu per satu terhadap handphone milik personel.

Dalam pemeriksaan tersebut, personel Propam mengecek aplikasi maupun situs yang berkaitan dengan aktivitas judi online serta penggunaan layanan pinjaman online. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan dan pengawasan terhadap personel agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang dapat berdampak terhadap pelaksanaan tugas maupun kehidupan pribadi.

Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menegaskan bahwa apabila ditemukan personel yang terbukti terlibat dalam judi online, maka akan diberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan hukum dan aturan disiplin maupun kode etik yang berlaku di lingkungan Polri.

“Pemeriksaan ini merupakan bentuk pengawasan internal untuk memastikan personel tidak terlibat dalam judi online maupun aktivitas lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta mencoreng nama baik institusi,” jelas IPTU Mirafuddin.

Kegiatan pemeriksaan tersebut juga menjadi momentum bagi personel untuk meningkatkan kedisiplinan, integritas, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…