Berita

Diduga Kabin Lepas dari Pengunci, Truk Terperosok di Jalan Rontu-Kumbe Sopir di Evakuasi

×

Diduga Kabin Lepas dari Pengunci, Truk Terperosok di Jalan Rontu-Kumbe Sopir di Evakuasi

Share this article

Kota Bima, NTB – Personel Polsek Rasanae Timur Polres Bima Kota bergerak cepat mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tunggal yang terjadi di Jalan Lintas Rontu–Kumbe/Jalur Selatan, Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 11.20 Wita.

Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit truk dengan nomor polisi DR 8765 AD yang dikemudikan oleh Syamsuddin (57), seorang swasta yang berprofesi sebagai sopir, warga RT 06/RW 04, Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T. Prakoso, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat truk dalam kondisi kosong muatan melaju dari arah Rontu/Panggi menuju Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur.

Saat melintasi ruas jalan yang berada di dekat jurang, kabin truk tiba-tiba terlepas dari kaitan penguncinya sehingga bagian kabin terangkat ke atas. Kondisi tersebut membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan.

Truk kemudian keluar dari badan jalan dan terperosok ke pinggir jurang. Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan atau kabin truk mengalami kerusakan cukup parah, bahkan sebagian struktur kendaraan mengalami patah.

Mendapat informasi kejadian tersebut, personel piket SPKT Polsek Rasanae Timur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan TKP, membantu proses evakuasi serta menghubungi Unit Gakkum Sat Lantas Polres Bima Kota untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, pengemudi truk mengalami benturan pada bagian kepala. Personel Polsek Rasanae Timur kemudian membawa korban ke RSUD Bima untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Kapolsek Rasanae Timur mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum beroperasi. Pemeriksaan terhadap komponen penting kendaraan, termasuk sistem penguncian kabin, dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Personel kepolisian juga memastikan penanganan TKP dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…