Berita

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Senori Polres Tuban Turun ke Ladang, Bantu Warga Desa Medalem Panen Jagung

×

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Senori Polres Tuban Turun ke Ladang, Bantu Warga Desa Medalem Panen Jagung

Share this article

 

Senori – Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Senori Polres Tuban Polda Jatim Bripda Mahata Flora Gimnasti turun langsung membantu warga memanen jagung di lahan pertanian Desa Medalem, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Sabtu (15/i/2026) pagi.

Panen jagung dilakukan di ladang milik Tobroni (46) salah satu warga binaan anggota Bhabinkamtibmas. Terlihat anggota Bhabinkamtimas Polsek Senori bergotong royong bersama petani memetik dan memasukkan jagung kedalam karung.

“Ini bagian dari tugas Bhabinkamtibmas, tidak hanya menjaga Kamtibmas tapi juga hadir membantu meringankan beban warga. Momentum panen seperti ini kita manfaatkan untuk mempererat silaturahmi,” kata Brigadir Bripda Mahata saat ditemui di lokasi.

Sementara itu dilokasi berbeda Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Senori Iptu Sudjarwo, S.H., menyebut kegiatan yng dilakukan oleh anggota Bhabinkamtimas ini akan terus dilakukan secara bergilir di desa-desa binaan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Harapannya, kehadiran polisi di tengah masyarakat bisa dirasakan manfaatnya secara langsung, bukan hanya saat ada gangguan keamanan,” ujarnya.

Warga Medalem menyambut positif keterlibatan Bhabinkamtibmas. Mereka mengaku terbantu dengan tenaga ekstra saat musim panen yang waktunya berdekatan antar petani. Selain membantu fisik, anggota Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan petani terkait kendala pertanian dan harga jual jagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…