Berita

Unit Reskrim dan Piket Polsek Empang Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Desa Jotang

×

Unit Reskrim dan Piket Polsek Empang Amankan Terduga Pelaku Pencurian di Desa Jotang

Share this article

Sumbawa Besar, NTB – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Empang bergerak cepat menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat terkait tindak pidana pencurian. Unit Reskrim Polsek Empang bersama Anggota Piket Regu III berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian di Desa Jotang, Kecamatan Empang, Jumat (14/08/2026) pagi.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin dalam penangkapan dan pengamanan terduga pelaku ini bermula dari laporan resmi yang diterima pihak kepolisian pada hari yang sama.

Berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: PENGADUAN/B/ /VIII/2026/SPKT SEK EMPANG/RES SUMBAWA/POLDA NTB tanggal 14 Agustus 2026 yang dilayangkan oleh korban berinisial S, Unit Reskrim Polsek Empang langsung memimpin langkah penindakan di lapangan.

“Operasi penangkapan yang melibatkan personel piket Regu III tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai di wilayah Desa Jotang, Kecamatan Empang. Petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian berinisial PP (37 tahun), warga Dusun Brang Beru, Desa Jotang, Kecamatan Empang”, ujar Kapolsek Empang

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, tindak pidana tersebut terjadi pada hari Kamis (13/08/2026) sekitar pukul 11.00 WITA, dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di areal persawahan milik korban S yang juga berlokasi di Dusun Brang Beru, Desa Jotang, Kecamatan Empang.

Keberhasilan pengamanan terduga pelaku ini menunjukkan kesigapan aparat Polsek Empang dalam merespons setiap laporan dan keluhan masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif di wilayah hukum Polres Sumbawa.

“Kami dari Polsek Empang berkomitmen untuk selalu merespons cepat setiap laporan pengaduan masyarakat. Penindakan tegas terhadap pelaku kriminalitas ini merupakan bentuk perlindungan hukum sekaligus upaya kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Empang agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Empang guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut sesuai dengan hukum yang berlaku, sementara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Empang terpelihara dalam keadaan aman dan kondusif. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…