Berita

Personel Polres Bima Kota Jalani TKJ Semester II, Perkuat Kesiapsiagaan dalam Pelaksanaan Tugas

×

Personel Polres Bima Kota Jalani TKJ Semester II, Perkuat Kesiapsiagaan dalam Pelaksanaan Tugas

Share this article

Bima Kota, NTB – Dalam rangka menjaga kebugaran, profesionalisme, serta kesiapsiagaan personel dalam melaksanakan tugas, Polres Bima Kota menggelar Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ) berkala Semester II Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Presisi Polres Bima Kota.

Tes Kesamaptaan Jasmani diikuti oleh personel Polri dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Polres Bima Kota. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan personel untuk memastikan setiap anggota memiliki kondisi fisik yang prima sehingga mampu menunjang pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kabag SDM Polres Bima Kota AKP Budi Rohadi menjelaskan, TKJ Semester II merupakan tes kesamaptaan jasmani berkala yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.

“Tes ini bertujuan untuk mengukur sekaligus memelihara kondisi fisik dan kebugaran personel agar tetap prima dalam menunjang pelaksanaan tugas operasional kepolisian,” jelas AKP Budi Rohadi.

Sebelum menjalani rangkaian tes fisik, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan awal. Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah (tensi) dan pengukuran denyut nadi guna memastikan kondisi peserta layak mengikuti kegiatan.

Adapun materi yang diujikan dalam TKJ meliputi lari selama 12 menit dengan penilaian berdasarkan jarak tempuh, pull-up selama satu menit bagi peserta pria, chinning selama satu menit bagi peserta wanita, sit-up selama satu menit, push-up selama satu menit, serta shuttle run atau lari membentuk angka delapan untuk mengukur kelincahan.

Pelaksanaan TKJ dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan ketentuan pembinaan jasmani personel Polri. Selain sebagai sarana evaluasi kebugaran, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membangun kesadaran personel akan pentingnya menjaga kesehatan dan kondisi fisik secara berkelanjutan.

“Dengan kondisi fisik yang sehat dan prima, personel akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan TKJ secara berkala, Polres Bima Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, profesionalisme, disiplin, serta kesiapsiagaan personel dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…