Berita

Pasca Gempa, Sat Samapta Polres Bima Kota Gelar Patroli dan Imbau Warga Tetap Tenang

×

Pasca Gempa, Sat Samapta Polres Bima Kota Gelar Patroli dan Imbau Warga Tetap Tenang

Share this article

Bima Kota, NTB – Sebagai langkah antisipasi dan memastikan situasi tetap aman pasca bencana gempa bumi, Satuan Samapta Polres Bima Kota melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Bima Kota, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Bima Kota IPTU Kamaruddin, S.H., bersama personel Sat Samapta. Patroli dilakukan sebagai bentuk respons cepat kepolisian untuk memantau situasi pasca gempa sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin, S.H., menjelaskan bahwa patroli dilaksanakan untuk memastikan kondisi wilayah tetap kondusif serta mengantisipasi kemungkinan adanya dampak lanjutan pasca gempa.

“Patroli ini kami laksanakan untuk memantau situasi pasca gempa sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Apabila menemukan kejadian atau hal-hal menonjol, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” jelas IPTU Kamaruddin.

Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi sejumlah lokasi dan berinteraksi dengan masyarakat. Petugas menyampaikan imbauan kamtibmas serta mengajak warga untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kerusakan bangunan, kondisi yang membahayakan, maupun kejadian menonjol lainnya di lingkungan masing-masing.

Patroli pasca gempa ini merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Polres Bima Kota mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…