Berita

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme di HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Satlantas Polres Bima Kabupaten Pasang Bendera Merah Putih Bagi Pengendara

×

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme di HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Satlantas Polres Bima Kabupaten Pasang Bendera Merah Putih Bagi Pengendara

Share this article

 

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kabupaten Polda NTB membagikan dan memasang Bendera Merah Putih pada kendaraan roda dua maupun roda yang tertib berlalu lintas Kamis 13 Agustus 2025 Pagi.

Aksi simpatik yang dipimpin oleh Kasatnya Iptu Putu Agus Mas Purnomo S.H., itu dalam rangka menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-81 dan sebagai bentuk apresiasi, edukasi keselamatan, sekaligus penumbuhan semangat nasionalisme di jalan raya.

Kegiatan tersebut juga bentuk penghargaan Polri terhadap pengemudi roda dua maupun roda empat yang patuh pada aturan dan kelengkapan berkendara.

Selain itu kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat menyambut HUT RI Ke-81 dengan cara yang positif dan cinta tanah air.

 

Hal itu dinyatakan oleh Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., dalam keterangan tertulisnya melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka.

“Ini merupakan langkah preventif Polres Bima Kabupaten menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme”. Ujarnya.

Kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

DEMIKIAN DIRILIS HUMAS POLRES BIMA KABUPATEN UNTUK DIMUAT DI MEDIA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…