Berita

“Polsek Kerek Polresta Tuban Dukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Pendampingan Kepada Petani.”

×

“Polsek Kerek Polresta Tuban Dukung Ketahanan Pangan Nasional melalui Pendampingan Kepada Petani.”

Share this article

 

Tuban-Kerek – Polsek Kerek Polresta Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan produktif, pendampingan kepada petani, serta penguatan sinergi bersama masyarakat.

Jumat (14/08/2028), melaksanakan kegiatan sambang ke ladang jagung warga di Desa Binaan mengingat kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong terwujudnya swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, Polri memberikan pendampingan mulai dari pemanfaatan lahan, proses penanaman, perawatan tanaman, hingga panen.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri yang dilaksanakan sesuai dengan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., bersama Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Irawan, S.H., M.Tr.Opsla., kepada Kapolsek Kerek Iptu Kastur, S.H., dan para Bhabinkamtibmas, demi mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang Ketahanan Pangan Nasional.

Dalam pelaksanaannya, Polsek Kerek terus membangun sinergi dengan para petani dan seluruh elemen masyarakat agar lahan-lahan produktif dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan.

Langkah tersebut menjadi wujud nyata kehadiran Polri dalam mendukung masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa. Dengan semangat “Dari Desa, Untuk Negeri”, Polsek Kerek Polresta Tuban berkomitmen untuk terus mendampingi petani menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…