Berita

Polri Peduli Masyarakat Pesisir, Sat Polairud Polres Bima Kota Bagikan Sembako di Teluk Bima

×

Polri Peduli Masyarakat Pesisir, Sat Polairud Polres Bima Kota Bagikan Sembako di Teluk Bima

Share this article

Bima Kota, NTB – Kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir kembali diwujudkan oleh Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada warga binaan di wilayah perairan Teluk Bima, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 08.10 WITA bertempat di perairan Teluk Bima. Personel Sat Polairud Polres Bima Kota turun langsung menyambangi masyarakat pesisir sekaligus menyerahkan bantuan sembako.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud Polres Bima Kota IPTU Syarif Rijaidinsyah, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat pesisir yang selama ini menjadi bagian dari wilayah binaan Sat Polairud.

“Bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian Polri kepada masyarakat pesisir sekaligus menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan warga binaan di wilayah perairan,” jelas IPTU Syarif Rijaidinsyah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Polairud tidak hanya memberikan bantuan sembako, tetapi juga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat. Kehadiran personel Polri di tengah warga diharapkan dapat semakin mempererat hubungan kemitraan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat pesisir.

Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat penerima manfaat. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk warga yang beraktivitas di wilayah perairan.

“Kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu warga yang membutuhkan,” tambah Kasat Polairud.

Kegiatan bakti sosial Sat Polairud Polres Bima Kota berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, Polri menunjukkan komitmennya untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat pesisir serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Teluk Bima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…