Berita

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Penatoi Salurkan Bantuan Sembako

×

Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Bhabinkamtibmas Penatoi Salurkan Bantuan Sembako

Share this article

Bima Kota, NTB – Wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan sosial yang dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Penatoi Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota AIPTU Hera Sandi, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WITA, bertempat di Lingkungan Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Dalam kegiatan ini, Bhabinkamtibmas memberikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan dan tergolong kurang mampu.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya membantu warga yang membutuhkan.

Bantuan sembako yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga penerima manfaat sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

AIPTU Hera Sandi menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut bukan hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan silaturahmi antara Bhabinkamtibmas dengan warga binaan.

“Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan sedikit meringankan kebutuhan warga. Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan, Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta terus membangun kepedulian dan semangat gotong royong antarwarga.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan penuh keakraban. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…