Berita

Bhabinkamtibmas Desa Jurumapin Sambangi Petani dan Pantau Pertumbuhan Tanaman Jagung

×

Bhabinkamtibmas Desa Jurumapin Sambangi Petani dan Pantau Pertumbuhan Tanaman Jagung

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Sumbawa terus aktif mendampingi serta memberikan motivasi kepada para petani di desa binaannya. Bhabinkamtibmas Desa Jurumapin, Aipda Mulawarman, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi yang dirangkaikan dengan pemantauan langsung pertumbuhan tanaman jagung milik warga di kawasan agro, Rabu (12/08/2026) pagi.

Kegiatan monitoring sektor pertanian yang berlangsung pukul 09.00 WITA tersebut bertempat di kawasan Agro Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa.

Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Aipda Mulawarman turun langsung ke areal perkebunan warga untuk memantau perkembangan tanaman jagung yang dikelola oleh Sdr. Malik. Pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata pihak kepolisian terhadap upaya masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah guna memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

Selain meninjau kondisi fisik tanaman, Bhabinkamtibmas turut berdialog secara persuasif dengan petani setempat. Petugas memberikan motivasi dan imbauan agar pemilik lahan senantiasa tekun dan telaten dalam merawat tanaman, khususnya dalam melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap gangguan hama maupun serangan binatang liar, sehingga hasil panen yang didapatkan nantinya bisa maksimal dan memuaskan.

“Kehadiran kami di kawasan agro Desa Jurumapin hari ini adalah untuk bersilaturahmi sekaligus memantau perkembangan tanaman jagung milik Sdr. Malik. Kami memberikan dorongan moril dan motivasi kepada warga binaan agar tetap semangat merawat tanaman dari gangguan hama maupun binatang liar demi hasil panen yang optimal. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan Polri bersama masyarakat terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Aipda Mulawarman di sela-sela kegiatannya.

Pendekatan humanis dan penuh keakraban yang ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas disambut dengan antusiasme yang baik oleh pemilik lahan maupun warga sekitar. Kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah petani memberikan rasa tenang sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi warga dalam mengelola lahan produktif mereka.

Melalui kegiatan sambang dan pembinaan ini, sinergi yang harmonis terus terjalin erat antara masyarakat dan institusi Kepolisian. Warga bersama Polri sepakat untuk terus bergandengan tangan dan berperan aktif mendukung serta menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Buer. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…