Berita

Rawan Pagi di Lokasi Rawan Macet, Polri Berikan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

×

Rawan Pagi di Lokasi Rawan Macet, Polri Berikan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Share this article

Kota Bima, NTB – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan pengguna jalan, personel Polsubsektor Raba Polsek Rasanae Timur melaksanakan kegiatan Rawan Pagi di sejumlah titik yang dinilai rawan kemacetan, Selasa (11/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 06.30 WITA, bertempat di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di depan SDN 19 Kota Bima, dengan sasaran utama anak-anak sekolah yang hendak menyeberang menuju sekolah serta para pengguna jalan lainnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Timur IPTU Kuntho T. Prakoso, menjelaskan bahwa kegiatan Rawan Pagi merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk saat aktivitas masyarakat dan pelajar mulai meningkat.

“Personel kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang menyeberang jalan, serta para pengguna jalan dan pengendara roda dua maupun roda empat,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polri membantu mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan anak-anak sekolah dapat menyeberang dengan aman. Kehadiran personel di lokasi juga diharapkan dapat mencegah terjadinya kemacetan maupun potensi kecelakaan lalu lintas.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas, personel juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.

“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu tertib berlalu lintas, mematuhi rambu-rambu, menggunakan kelengkapan keselamatan dan membawa surat-surat kendaraan,” tambahnya.

Kegiatan Rawan Pagi tersebut berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel Polri di lokasi rawan kemacetan menjadi salah satu bentuk pelayanan prima Polri guna menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polsek Rasanae Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…