Berita

Polsek Plampang Evakuasi Terduga Pelaku Pencurian Mesin Air dari Amukan Massa di Desa Selante

×

Polsek Plampang Evakuasi Terduga Pelaku Pencurian Mesin Air dari Amukan Massa di Desa Selante

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Plampang Polres Sumbawa bergerak cepat mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian mesin air berinisial S (40) yang nyaris menjadi sasaran amuk massa di wilayah Kecamatan Plampang, Senin (10/08/2026) sore.

Berkat kesigapan personel kepolisian di lapangan, terduga pelaku berhasil dievakuasi dari kerumunan warga menuju tempat yang aman untuk menjalani proses hukum lebih lanjut serta mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut bermula pada hari Senin, 10 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, ketika Wakapolsek Plampang menerima informasi dari Ketua BPD Prode SP I, Sahnun, bahwa terjadi penghadangan oleh warga terhadap sebuah kendaraan mobil jenis L-300 di Desa Selante. Kendaraan tersebut diketahui dikemudikan oleh korban pemilik mesin air berinisial SR (42), warga Dusun Lenang Jerawa, Desa Prode SP I, yang membawa serta terduga pelaku setelah sebelumnya terduga pelaku mengakui perbuatannya mencuri mesin air.

Mendapatkan informasi tersebut, Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Wakapolsek Plampang langsung memerintahkan Anggota Piket Jaga Regu III untuk segera mendatangi lokasi guna memastikan situasi. Tepat pukul 17.05 WITA, petugas tiba di Desa Selante dan mendapati warga sudah berkumpul di depan Kantor Desa Selante.

Saat mobil L-300 yang membawa terduga pelaku tiba di lokasi, massa yang menduga pelaku merupakan pencurian ternak sapi—mengingat maraknya keresahan warga Desa Selante akibat kehilangan sapi langsung menghentikan kendaraan dan melakukan aksi pemukulan. Saat terduga pelaku turun dari mobil, massa yang emosi sempat menghakiminya. Meskipun terduga pelaku sempat berupaya melarikan diri ke arah areal persawahan di belakang Kantor Desa Selante, massa berhasil mengejar dan kembali melayangkan amukan.

“Melihat situasi yang memanas, Anggota Piket Jaga Polsek Plampang yang berada di lokasi langsung bertindak cepat melerai massa. Mengingat konsentrasi massa yang terus bertambah di Kantor Desa Selante, petugas segera mengevakuasi terduga pelaku berinisial S (40), petani asal Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang berdomisili di SP I, menuju arah wilayah Labangka demi keselamatan jiwa.” ujar Wakapolsek.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, terduga pelaku berhasil dievakuasi kembali ke Mapolsek Plampang dan tiba pada pukul 19.50 WITA. Akibat amukan massa tersebut, terduga pelaku langsung mendapatkan penanganan medis di polsek dengan hasil pemeriksaan mengalami luka lecet pada bagian kepala, luka lebam pada mata sebelah kanan dan kiri, luka pada bagian bibir, serta luka pada bagian bahu. Sementara itu, barang bukti berupa 1 unit mesin air saat ini masih berada di tangan korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…