Berita

Respons Cepat Call Center 110, Polisi Selidiki Pencurian 4 ACU Mobil di Kumbe

×

Respons Cepat Call Center 110, Polisi Selidiki Pencurian 4 ACU Mobil di Kumbe

Share this article

Kota Bima, NTB – Respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polres Bima Kota dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Personel Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bima Kota bersama personel Piket Fungsi bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dugaan tindak pidana pencurian empat unit ACU mobil di Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Kejadian tersebut dilaporkan pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 09.40 WITA. Personel SPKT dipimpin Pamapta I SPKT IPDA Saidin, S.H., langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa tindakan kepolisian tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan yang disampaikan oleh Sdr. Mualimin, warga Kelurahan Kumbe, terkait dugaan pencurian ACU mobil yang berada di garasi rumahnya.

Berdasarkan keterangan pelapor, aksi pencurian diketahui terjadi dalam dua waktu berbeda. Kejadian pertama diketahui pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 WITA. Saat bangun tidur, pelapor mendapati dua unit ACU mobil yang sebelumnya berada di garasi rumahnya telah hilang.

Selanjutnya, pada Minggu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 05.00 WITA, istri pelapor kembali mendapati dua unit ACU mobil lainnya telah hilang dari tempat semula. Istri pelapor kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada suaminya.

Dengan demikian, total ACU mobil yang hilang dari garasi rumah korban berjumlah empat unit. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiel yang ditaksir sekitar Rp3 juta.

Setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110, pelapor kemudian membuat laporan resmi ke SPKT Polres Bima Kota. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pamapta I SPKT IPDA Saidin, S.H., bersama personel Piket Fungsi langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.

Sesampainya di TKP, personel Inafis Sat Reskrim Polres Bima Kota melaksanakan olah TKP guna mengumpulkan informasi, petunjuk serta barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian tersebut. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap kasus dan menemukan pelakunya.

Pamapta I SPKT Polres Bima Kota IPDA Saidin, S.H., menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Setiap laporan masyarakat merupakan bentuk kepercayaan kepada Polri. Kami akan menindaklanjutinya secara cepat sesuai prosedur dan melakukan langkah-langkah kepolisian yang diperlukan,” tegasnya.

Polres Bima Kota juga terus mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian maupun potensi gangguan Kamtibmas melalui layanan Call Center 110 sebagai sarana pelayanan kepolisian yang cepat dan mudah diakses masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…