Berita

Jaga Keselamatan Wisatawan, Sat Polairud Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Wisata Bahari di Pantai Lawata

×

Jaga Keselamatan Wisatawan, Sat Polairud Polres Bima Kota Laksanakan Pengamanan Wisata Bahari di Pantai Lawata

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang berwisata, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan wisata bahari di kawasan Pantai Lawata, Kota Bima, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 10.02 WITA.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Polairud IPTU Sarif Rijaidinsyah menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan aktivitas wisata di kawasan pantai.

Personel Sat Polairud melaksanakan pengamanan sekaligus pemantauan terhadap aktivitas para pengunjung, khususnya anak-anak yang sedang mandi maupun bermain di air laut.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga memberikan imbauan kepada para pengunjung agar senantiasa memperhatikan keselamatan, terutama bagi orang tua atau keluarga yang membawa anak-anak. Pengunjung diminta untuk terus menjaga dan memantau anak-anak selama berada di kawasan pantai guna mencegah terjadinya kecelakaan maupun kejadian yang tidak diinginkan.

“Kami mengimbau kepada para orang tua dan pengunjung agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anak yang bermain atau mandi di laut. Keselamatan harus menjadi perhatian utama selama menikmati wisata bahari,” ujar IPTU Sarif Rijaidinsyah.

Kehadiran personel Sat Polairud di lokasi wisata diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap keselamatan saat beraktivitas di kawasan perairan.

Selama kegiatan pengamanan berlangsung, situasi di Pantai Lawata terpantau aman, tertib dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…