Berita

Jaga Kamtibmas Malam Hari, Sat Samapta Polres Bima Kota Intensifkan Patroli Blue Light

×

Jaga Kamtibmas Malam Hari, Sat Samapta Polres Bima Kota Intensifkan Patroli Blue Light

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Unit Turjawali Satuan Samapta Polres Bima Kota melaksanakan Patroli Blue Light di wilayah hukum Polres Bima Kota, Minggu malam (9/8/2026).

Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 22.00 WITA dengan menyasar wilayah Kelurahan Manggemaci dan Kelurahan Paruga, Kota Bima. Patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya berbagai potensi gangguan keamanan dan tindak pidana pada malam hari.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta IPTU Kamaruddin menjelaskan, patroli Blue Light merupakan kegiatan rutin kepolisian yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas.

“Personel Unit Turjawali melaksanakan patroli dengan menyambangi sejumlah lokasi dan masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari. Selain memberikan imbauan Kamtibmas, personel juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” jelas IPTU Kamaruddin.

Dalam kegiatan tersebut, personel mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana, di antaranya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, kepemilikan atau membawa senjata tajam, penjambretan, peredaran maupun konsumsi minuman keras, serta tindak pidana 3C (Curat, Curas dan Curanmor).

Personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjauhi narkoba dan obat-obatan terlarang yang dapat merusak masa depan serta berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Kehadiran personel kepolisian melalui Patroli Blue Light diharapkan dapat mencegah niat dan kesempatan para pelaku kejahatan, sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat.

Selama pelaksanaan patroli, situasi Kamtibmas di wilayah Kelurahan Manggemaci dan Kelurahan Paruga terpantau aman dan kondusif. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…