Berita

Peduli Lingkungan, Polsek Rasanae Barat Laksanakan Kurve di TPU Samping Mako

×

Peduli Lingkungan, Polsek Rasanae Barat Laksanakan Kurve di TPU Samping Mako

Share this article

Kota Bima, NTB – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman, personel Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melaksanakan kegiatan kurve di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di samping Mako Polsek Rasanae Barat, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 08.15 WITA dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, S.H. Bersama personel, kegiatan kurve dilakukan dengan membersihkan area TPU dari sampah, rumput liar, serta berbagai material yang mengganggu kebersihan lingkungan.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan kurve merupakan salah satu bentuk kepedulian personel Polri terhadap kebersihan dan lingkungan sekitar.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kebersihan lingkungan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan seperti ini juga dapat menumbuhkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial personel,” ujar Kapolsek.

Menurutnya, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Polsek Rasanae Barat berupaya memberikan contoh kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan, khususnya di fasilitas umum dan lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan berjalan aman serta lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lingkungan TPU maupun kawasan sekitar Mako Polsek Rasanae Barat tetap terjaga kebersihan dan keasriannya.

Polsek Rasanae Barat juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan tertib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…