Berita

Cegah Tawuran Pelajar, Polsek Asakota Patroli Saat Jam Pulang Sekolah dan Bantu Atur Lalu Lintas

×

Cegah Tawuran Pelajar, Polsek Asakota Patroli Saat Jam Pulang Sekolah dan Bantu Atur Lalu Lintas

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban serta mengantisipasi potensi tawuran antarpelajar, Polsek Asakota Polres Bima Kota melaksanakan patroli dan pengaturan arus lalu lintas saat jam pulang sekolah di depan SMA 5 Kota Bima, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 11.15 WITA. Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin bersama personel melaksanakan patroli di sekitar lingkungan sekolah sekaligus membantu mengatur arus lalu lintas di depan sekolah saat para siswa meninggalkan sekolah.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan proses kepulangan para siswa berjalan aman dan tertib.

“Patroli dan pengaturan lalu lintas ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada para siswa maupun pengguna jalan lainnya. Selain itu, kami juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran antarsekolah saat jam kepulangan,” jelas Kapolsek.

Personel melakukan pemantauan di sekitar sekolah dan mengatur kendaraan yang melintas maupun kendaraan yang menjemput siswa. Kehadiran polisi di lokasi diharapkan dapat mencegah berbagai potensi gangguan keamanan serta menciptakan situasi yang kondusif.

Kapolsek juga mengimbau kepada para pelajar agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum, seperti perkelahian, tawuran, konvoi maupun aksi ugal-ugalan di jalan raya.

“Kami mengajak para pelajar untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan tidak mudah terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman,” imbaunya.

Kegiatan patroli dan pengaturan lalu lintas tersebut berlangsung aman dan lancar. Polsek Asakota akan terus meningkatkan kegiatan preventif, khususnya pada jam masuk dan pulang sekolah, sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Asakota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…