Berita

Pastikan Pemegang Senpi Organik Layak Secara Psikologis, Polres Sumbawa Barat Gelar Pemeriksaan Psikologi Personel

×

Pastikan Pemegang Senpi Organik Layak Secara Psikologis, Polres Sumbawa Barat Gelar Pemeriksaan Psikologi Personel

Share this article

Sumbawa Barat – Polres Sumbawa Barat melaksanakan Pemeriksaan Psikologi bagi Calon Personel Pemegang Senjata Api (Senpi) Organik Polri Semester II Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Biro SDM Polda NTB tersebut berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana Polres Sumbawa Barat. Senin (3/8/2026).

Pemeriksaan psikologi ini merupakan salah satu tahapan penting dalam memastikan setiap personel yang akan memegang senjata api organik Polri memenuhi persyaratan psikologis, sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan dihadiri Kabag Psikologi Biro SDM Polda NTB AKBP Ary Krisdiantoro, M.Psi., Psikolog, Waka Polres Sumbawa Barat Kompol I Gede Maharta, S.H., Kabag SDM Polres Sumbawa Barat AKP Saiful, P.S. Paur Subbag Psipol IPTU Rachmat Ratri Anggoro, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Pamin 6 Subbag Renmin AIPTU Andir Pandu Winata, S.H., Bamin Bag Psi BRIGPOL Ahmad Panji Suryanata, Bamin Bag Psi BRIGPOL Heppy Risma Tamsani, S.H., personel Bag SDM Polres Sumbawa Barat, serta 12 personel calon pemegang senjata api organik Polri.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, mengatakan bahwa pemeriksaan psikologi merupakan prosedur wajib yang harus dipenuhi sebelum personel diberikan izin memegang senjata api organik.

“Senjata api merupakan sarana pendukung tugas kepolisian yang penggunaannya harus dilakukan secara profesional dan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, setiap personel yang akan memegang senjata api wajib memenuhi standar kelayakan, termasuk dari aspek psikologis,” ujar Kasi Humas.

Ia menambahkan, pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengukur kesiapan mental, stabilitas emosi, serta kemampuan personel dalam mengendalikan diri ketika menjalankan tugas di lapangan.

“Dengan adanya pemeriksaan psikologi ini diharapkan personel yang nantinya diberikan izin memegang senjata api benar-benar memiliki kondisi psikologis yang baik, sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal,” Pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *