Berita

“Police go to School” Bhabinkamtibmas Polsek Woha Jadi Pemateri Orientasi Siswa Baru di MTS Al-Jihad

×

“Police go to School” Bhabinkamtibmas Polsek Woha Jadi Pemateri Orientasi Siswa Baru di MTS Al-Jihad

Share this article

 

Bhabinkamtibmas Polsek Woha jajaran Polres Bima Kabupaten Polda NTB Bripka Imam Firdaus S.sos., jadi di Masa Ta,aruf atau masa orientasi siswa baru di MTs (Madrasah Tsanawiyah) Al Jihad Desa Samili Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Kehadiran bhabinkamtibmas itu merupakan bagian dari program “Police go to school”.Jum,at 10 Juli 2026 sekitar pukul 08.30.Wita.

Dalam kesempatan itu Bhabinkamtibmas memberikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja, pencegahan bullying (perundungan), bijak menggunakan media sosial, serta bahaya laten narkoba.

Bripka Imam Firdaus juga memaparkan dan mengingatkan siswa agar menyaring informasi sebelum membagikannya secara online dan menghindari penyebaran konten negatif

“Tugas adik adik hanya belajar demi meraih cita-cita yang tinggi dan membanggakan keluarga”. Ujarnya.

Terpisah Kapolres Bima AKBP Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.M.H., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka menjelaskan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kemajuan dunia pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MTS Al Zihad Nur Hendi Ayanti SP, S.Pd.
Bhabinkamtibams Desa Kalampa AIPDA Sarjan Adibuana, SE.
Bhabinkamtibmas Desa Samili BRIPKA Imam Firdaus, S.Sos.
Babinsa Desa Kalampa Serka Ibrahim,
Babinsa Desa Samili Serda M.Said.
Tenaga pengajar/Guru MTS Al Zihad.
Siswa/Siswa MTS Al Zihad.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan aman pungkas Adib menutup rilisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…