Berita

Diduga Masalah Cekcok Mulut, Seorang Pria di Tarano Jadi Korban Penganiayaan Sajam

×

Diduga Masalah Cekcok Mulut, Seorang Pria di Tarano Jadi Korban Penganiayaan Sajam

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Aksi tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah hukum Polsek Empang, tepatnya di pertigaan samping Lapangan Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Rabu (24/06/2026). Korban berinisial I (44) mengalami luka robek serius akibat sabetan parang oleh terduga pelaku berinisial A (23).

Kejadian bermula saat korban I bersama saksi MY (40) hendak pulang usai mendatangi Kantor Desa Mata. Sebelumnya, pihak pemerintah desa berinisiatif memanggil kedua belah pihak untuk melakukan mediasi terkait adanya perselisihan mulut yang terjadi beberapa waktu lalu. Namun, karena terduga pelaku A tidak kunjung hadir di kantor desa hingga pukul 10.00 WITA, mediasi pun batal dilaksanakan.

Saat dalam perjalanan pulang dengan berboncengan sepeda motor, tepat di lokasi kejadian, terduga pelaku A tiba-tiba muncul dan langsung menebas korban dari arah belakang menggunakan sebilah parang.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Empang AKP Abdul Muis Tajudin, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. “Akibat sabetan senjata tajam tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian siku sebelah kiri dengan panjang sekitar 15 cm dan lebar 4 cm. Korban sempat terjatuh dari sepeda motor bersama saksi sebelum akhirnya berhasil dilerai oleh saksi di lokasi kejadian,” ujar Kapolsek.

Sesaat setelah kejadian, saksi MY segera mengamankan terduga pelaku ke bengkel terdekat guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Sementara itu, pihak keluarga korban segera mendatangi Mapolsek Empang untuk melaporkan kejadian tersebut pada pukul 11.30 WITA agar dapat diproses secara hukum.

Saat ini, korban I masih mendapatkan perawatan intensif di PKM Tarano dan dijadwalkan akan dirujuk ke RSUD Sumbawa untuk penanganan medis lebih lanjut.

Pihak Kepolisian Sektor Empang telah mengambil langkah-langkah hukum dengan menerima laporan pengaduan, melakukan olah TKP, serta tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku.

Kapolsek Empang secara tegas mengimbau kepada pihak keluarga korban maupun warga masyarakat agar menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Pihaknya juga telah memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas Desa Mata untuk melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak keluarga guna mengantisipasi adanya aksi balasan atau tindakan main hakim sendiri.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi. Proses hukum sedang berjalan secara profesional, kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini agar tercipta rasa keadilan dan ketertiban di tengah masyarakat,” tutup Kapolsek. (Hps)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *