Berita

Peduli Warga Kurang Mampu, Polsek Rasbar Berbagi Sembako untuk Dua Warga Sakit Menahun

×

Peduli Warga Kurang Mampu, Polsek Rasbar Berbagi Sembako untuk Dua Warga Sakit Menahun

Share this article

Kota Bima, NTB (17 April 2026) – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan jajaran Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melalui kegiatan berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.

Aksi sosial tersebut menyasar dua warga bersaudara yang tengah menderita sakit menahun di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 08.30 Wita hingga 09.30 Wita.

Kapolsek Rasanae Barat, AKP Suratno, didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Monggonao Aipda Yaumidin, SH, bersama sejumlah personel, mendatangi langsung kediaman M. Natsir dan Syamsudin di RT 05/RW 02 Kelurahan Monggonao.

Diketahui, kedua warga tersebut merupakan kakak beradik yang tinggal serumah dengan kondisi yang cukup memprihatinkan. M. Natsir menderita stroke, sementara Syamsudin mengalami penyakit menahun. Tanpa pekerjaan tetap, keduanya selama ini bergantung pada bantuan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melihat kondisi tersebut, jajaran Polsek Rasanae Barat menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan sejumlah uang tunai guna meringankan beban hidup keduanya.

“Kegiatan ini adalah bentuk empati Polri kepada masyarakat, khususnya warga yang benar-benar membutuhkan. Kami ingin hadir, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujar AKP Suratno di sela-sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa aksi berbagi ini merupakan program rutin Polsek Rasanae Barat sebagai wujud nyata implementasi Polri Presisi yang humanis. Selain menyalurkan bantuan, personel juga berdialog langsung dengan warga untuk menyerap aspirasi serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Monggonao Aipda Yaumidin, SH, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi kedua warga tersebut. Ia juga memastikan akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan dinas terkait agar keduanya mendapatkan akses layanan kesehatan maupun bantuan sosial secara berkelanjutan.

Kepedulian yang ditunjukkan Polsek Rasanae Barat pun mendapat sambutan positif dari warga sekitar RT 05/RW 02. Masyarakat berharap kegiatan serupa terus dilakukan karena masih banyak warga prasejahtera yang membutuhkan perhatian.

Melalui kegiatan ini, Polsek Rasanae Barat menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…