Berita

Patroli Blue Light Polsek Asakota, Ajak Masyarakat Proaktif Jaga Kamtibmas

×

Patroli Blue Light Polsek Asakota, Ajak Masyarakat Proaktif Jaga Kamtibmas

Share this article

Kota Bima, NTB (16 April 2026) – Gabungan Piket Fungsi SPK Regu II Polsek Asakota melaksanakan Patroli Cipta Kondisi (Cipkon) Blue Light dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya, Kamis (16/4/2026) pukul 22.00 Wita.

Patroli tersebut dilaksanakan secara mobile dengan menyusuri sejumlah titik rawan, khususnya di sepanjang jalan utama Kelurahan Jatiwangi dan Kelurahan Jatibaru, wilayah hukum Polsek Asakota, Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafudin menjelaskan bahwa patroli Blue Light ini merupakan langkah preventif untuk mencegah potensi tindak pidana serta gangguan kamtibmas lainnya.

“Dalam pelaksanaan patroli, personel menyambangi warga masyarakat serta para pemuda yang masih berkumpul di sepanjang jalan, sekaligus memberikan imbauan kamtibmas,” jelas Kapolsek.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, serta tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu kenyamanan bersama. Selain itu, para pemuda juga diimbau untuk menghindari konsumsi minuman keras dan perbuatan yang berpotensi menimbulkan tindak pidana.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif, guna membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga situasi kamtibmas secara bersama-sama.

Polsek Asakota turut mengajak masyarakat agar proaktif dalam melaporkan setiap bentuk gangguan keamanan kepada pihak kepolisian, serta terus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Selama kegiatan patroli berlangsung, situasi di wilayah hukum Polsek Asakota terpantau aman dan terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…