Berita

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Pesan Kamtibmas

×

Bhabinkamtibmas Polres Bima Kota Sambangi Warga Binaan, Sampaikan Pesan Kamtibmas

Share this article

Bima, NTB (17 April 2026) – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Tarlawi Polsek Wawo Polres Bima Kota, BRIPKA Jufrullah, melaksanakan kegiatan sambang kepada warga binaan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 10.00 Wita, bertempat di Dusun Oi Wontu, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, dengan sasaran warga masyarakat serta para siswa sekolah.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Wawo IPTU Iksan menjelaskan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Bima Kota, khususnya di Desa Tarlawi.

Dalam kegiatan tersebut, BRIPKA Jufrullah memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari segala bentuk tindakan yang melanggar hukum.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi gangguan keamanan,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar menjauhi pergaulan negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, miras, serta tindakan kenakalan remaja lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolsek Wawo menambahkan, kegiatan sambang ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara polisi dan warga.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan semakin meningkat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…