Berita

Pemantauan Penjemuran dan Pengepakan Jagung Oleh Bhabinkamtibmas Desa Jambu

×

Pemantauan Penjemuran dan Pengepakan Jagung Oleh Bhabinkamtibmas Desa Jambu

Share this article

Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional menuju Indonesia Emas 2045, Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Jambu, Polsek Pajo, AIPDA Roni Febriadi melaksanakan kegiatan pemantauan proses penjemuran dan pengepakan jagung milik warga binaannya di So Wadu Jao, Desa Jambu, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, pada Senin (13/04/2026) pukul 10.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini dilakukan pada lahan pertanian jagung seluas 4 hektare milik Sulaiman (33), dengan varietas jagung hibrida merk ADV Jago yang saat ini telah memasuki usia tanam 120 hari dan berada pada masa panen di bulan April 2026. Dari lahan tersebut diperkirakan menghasilkan panen sekitar ±20 ton jagung.

Dalam kesempatan tersebut, AIPDA Roni Febriadi tidak hanya melakukan pemantauan, namun juga memberikan motivasi dan semangat kepada petani agar terus meningkatkan produktivitas serta menjaga kualitas hasil pertanian.

“Kami dari Polri, khususnya Bhabinkamtibmas, akan selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan pendampingan serta dorongan kepada para petani agar tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa,” ujar AIPDA Roni Febriadi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal serta menjaga sinergitas antara petani dan pihak kepolisian guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kapolsek Pajo, IPDA M. Erwin Rosadi, S.Sos dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas kinerja Bhabinkamtibmas yang aktif turun langsung ke lapangan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor ketahanan pangan. Kami berharap kehadiran Bhabinkamtibmas dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika menyampaikan bahwa jajaran Polres Dompu berkomitmen penuh dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak dan pendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Kegiatan seperti ini akan terus kami dorong sebagai bentuk kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat para petani serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Dompu secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…