Berita

Kapolres Lombok Utara Dorong Polisi Kelola Persepsi Publik di Tengah Tekanan Global

×

Kapolres Lombok Utara Dorong Polisi Kelola Persepsi Publik di Tengah Tekanan Global

Share this article

 

Lombok Utara — Kepala Kepolisian Resor Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta,S.I.K menegaskan bahwa pengelolaan keamanan modern tidak lagi cukup bertumpu pada pendekatan konvensional, melainkan harus mampu menjangkau dimensi persepsi publik di tengah tekanan dinamika global.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin (6/4), sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi konflik sosial di wilayah hukum Polree Lombok Utara.

“Konflik geopolitik global dan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini memberikan dampak nyata terhadap stabilitas sosial dalam negeri. Ini bukan lagi isu jauh, tetapi sudah menjadi variabel yang memengaruhi situasi kamtibmas di daerah,” kata Kapolres.

Ia menilai, percepatan arus informasi melalui media sosial telah mengubah lanskap ancaman secara signifikan. Informasi yang tidak terverifikasi, menurutnya, berpotensi membentuk opini, memicu keresahan, hingga mempercepat eskalasi konflik di tengah masyarakat.

“Arus informasi digital bergerak tanpa sekat. Jika tidak dikelola, ia bisa membentuk persepsi yang keliru dan berdampak langsung pada stabilitas kamtibmas,” ujarnya.

Kapolres secara tegas menggarisbawahi terjadinya pergeseran paradigma ancaman keamanan. Ia menyebut bahwa kamtibmas saat ini tidak lagi identik dengan kriminalitas semata, melainkan mencakup dimensi yang lebih kompleks, termasuk stabilitas sosial, efisiensi sumber daya, dan kepercayaan publik.

Dalam konteks tersebut, ia menekankan bahwa aparat kepolisian harus mampu bertransformasi dari sekadar penjaga keamanan menjadi pengelola stabilitas sosial yang adaptif dan responsif.

“Kita tidak hanya mengamankan objek, tetapi juga mengamankan opini publik. Ini menuntut kepekaan, kecepatan membaca situasi, dan kemampuan komunikasi yang efektif,” tegasnya.

Untuk itu, Kapolres menginstruksikan penguatan sinergi lintas sektor sebagai strategi utama dalam mitigasi konflik. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam membangun deteksi dini serta penanganan konflik yang komprehensif.

Di sisi lain, pendekatan crowd management yang dialogis dan humanis menjadi penekanan utama dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Menurut Kapolres, legitimasi sosial Polri justru ditentukan oleh cara bertindak di tengah masyarakat, bukan semata hasil akhir pengamanan.

“Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari situasi yang aman, tetapi dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan,” katanya.

Apel tersebut diikuti oleh pejabat utama, para perwira, serta seluruh personel satuan fungsi, termasuk unsur korp Brimob Kompi 3 batalyon A Amor-Amor sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan taktis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *