Berita

Perketat Keamanan Wilayah, Polsek Sekotong Gelar Patroli KRYD untuk Antisipasi Kejahatan 3C

×

Perketat Keamanan Wilayah, Polsek Sekotong Gelar Patroli KRYD untuk Antisipasi Kejahatan 3C

Share this article
Perketat Keamanan Wilayah, Polsek Sekotong Gelar Patroli KRYD untuk Antisipasi Kejahatan 3C

Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjadi prioritas utama jajaran kepolisian dalam menjamin kenyamanan warga beraktivitas. Sebagai langkah preventif menghadapi potensi tindak kriminalitas, Polsek Sekotong konsisten melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Langkah ini diambil untuk memastikan ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya tindak pidana 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), semakin sempit di wilayah hukum Kabupaten Lombok Barat.

Pada Kamis sore, 02 April 2026, personel kepolisian menyisir kawasan strategis guna memantau situasi secara langsung. Fokus utama kegiatan kali ini diarahkan pada pemukiman padat penduduk dan titik-titik yang dianggap rawan di Dusun Batu Kijuk, Desa Sekotong Barat. Kehadiran aparat berseragam di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi peringatan bagi siapa saja yang berniat melakukan tindakan melanggar hukum.

Upaya Preventif Melalui Patroli Dialogis di Dusun Batu Kijuk

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 16.50 WITA tersebut melibatkan empat personel piket jaga Polsek Sekotong yang bergerak menyisir jalanan desa hingga memasuki lorong-lorong dusun. Tidak sekadar melintas, petugas mengedepankan pendekatan humanis dengan melakukan dialog langsung bersama warga, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda setempat. Pola komunikasi dua arah ini dinilai jauh lebih efektif dalam mendeteksi dini potensi konflik maupun kerawanan sosial.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah bentuk pelayanan prima untuk menjaga stabilitas wilayah. Ia menekankan bahwa patroli rutin ini merupakan bagian dari strategi besar Polri dalam meminimalisir angka kriminalitas di tingkat kecamatan.

“Kami melaksanakan patroli KRYD ini sebagai komitmen nyata untuk memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat. Fokus kami adalah pencegahan tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor, yang kerap menjadi keresahan warga,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.

Kolaborasi Bersama Tokoh Masyarakat Demi Kondusivitas

Selain melakukan pemantauan fisik terhadap objek-objek vital dan lingkungan warga, personel kepolisian juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi. Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan pesan-pesan kamtibmas yang mendalam agar warga tetap waspada namun tidak perlu merasa takut yang berlebihan. Partisipasi aktif dari masyarakat sangat dibutuhkan sebagai sistem peringatan dini bagi kepolisian.

Kapolsek Sekotong kembali menambahkan bahwa keamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, melainkan hasil kerja keras bersama antara aparat dan warga. Tanpa adanya informasi dari bawah, kepolisian mungkin akan menemui kendala dalam memetakan potensi gangguan keamanan di pelosok desa.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Desa Sekotong Barat untuk berperan aktif menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Jika melihat atau mendengar adanya aktivitas yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera menghubungi kami di Polsek Sekotong. Kami siap memberikan respon cepat demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Iptu I Ketut Suriarta saat memberikan imbauan kepada warga Dusun Batu Kijuk.

Hasil Pantauan Lapangan: Situasi Terkendali dan Aman

Hingga berakhirnya kegiatan patroli pada sore hari tersebut, petugas melaporkan bahwa situasi di wilayah Kecamatan Sekotong secara umum terpantau sangat kondusif. Berdasarkan pemantauan di titik-titik krusial, tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol atau aktivitas kriminal yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Kehadiran petugas pun disambut hangat oleh warga yang merasa lebih tenang saat menjalankan rutinitas sore hari.

Keberhasilan patroli ini tercermin dari respons positif masyarakat yang menyampaikan apresiasi langsung kepada para personel di lapangan. Kehadiran polisi secara berkala dianggap mampu menekan niat pelaku kejahatan yang sering memanfaatkan kelengahan warga di jam-jam rawan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini dalam keadaan aman dan terkendali, Polsek Sekotong memastikan bahwa patroli serupa akan terus diintensifkan dengan jadwal yang tidak menentu guna menjaga kewaspadaan. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan wilayah Kabupaten Lombok Barat yang tertib, damai, dan bebas dari ancaman kriminalitas demi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…