Berita

Menjaga Tradisi Tetap Aman, Polsek Kuripan Kawal Prosesi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

×

Menjaga Tradisi Tetap Aman, Polsek Kuripan Kawal Prosesi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

Share this article
Menjaga Tradisi Tetap Aman, Polsek Kuripan Kawal Prosesi Adat Nyongkolan di Lombok Barat

Wajah kearifan lokal masyarakat Sasak kembali terpancar dalam tradisi Nyongkolan yang berlangsung di wilayah Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari prosesi pernikahan adat ini mendapatkan pengawalan ketat dari jajaran kepolisian guna memastikan ketertiban umum dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga bagi masyarakat luas.

Melestarikan Adat dengan Pengawasan Ketat Kepolisian

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis sore, 2 April 2026, tersebut memusatkan perhatian publik pada iring-iringan pengantin yang berasal dari Dusun Pelabu, Desa Kuripan Selatan. Dalam tradisi Nyongkolan kali ini, kemeriahan nampak jelas dengan kehadiran alat musik tradisional Kecimol yang mengiringi langkah para peserta. Berdasarkan pantauan di lapangan, estimasi massa yang ikut serta dalam prosesi ini mencapai 150 orang, yang secara berkelompok melintasi rute utama di Desa Kuripan.

Mengingat volume massa yang cukup besar dan penggunaan jalan raya sebagai rute utama, potensi kemacetan menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Oleh karena itu, Polsek Kuripan telah menyiagakan personel sejak dini untuk melakukan manajemen lalu lintas dan pengamanan area di titik-titik rawan kepadatan.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam kegiatan adat seperti ini adalah bentuk pelayanan prima untuk menjamin rasa aman bagi peserta nyongkolan maupun pengguna jalan lainnya.

Sinergi Personel di Lapangan Demi Kelancaran Lalu Lintas

Dalam pelaksanaan pengamanan tersebut, Polsek Kuripan menerjunkan kekuatan penuh yang melibatkan sinergi antara Bhabinkamtibmas dan unit Samapta. Personel yang bertugas meliputi Bhabinkamtibmas Desa Jagaraga dan Bhabinkamtibmas Desa Kuripan Selatan, serta didukung oleh piket SPKT di bawah kendali langsung Kapolsek Kuripan.

Langkah preventif yang diambil oleh petugas di lapangan meliputi pengaturan arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengaturan ini dilakukan secara dinamis, mengingat iring-iringan pengantin yang panjang sering kali mengambil sebagian besar badan jalan. Dengan adanya petugas yang berjaga, potensi gesekan antar pengguna jalan atau kemacetan total dapat diminimalisir secara efektif.

“Kami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa tradisi budaya yang luhur ini tetap bisa berjalan tanpa mengganggu kepentingan umum. Fokus utama kami adalah pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi stag atau kemacetan panjang akibat iring-iringan pengantin dan pengiring kecimol yang cukup banyak,” ujar Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H.

Kondusivitas Wilayah Menjadi Prioritas Utama

Selain mengatur lalu lintas, petugas kepolisian juga memberikan imbauan secara humanis kepada para peserta nyongkolan agar tetap tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu gangguan kamtibmas. Keberadaan musik Kecimol yang energik memang kerap memancing antusiasme tinggi, namun berkat pengawasan ketat, suasana tetap terkendali.

Kapolsek Kuripan, Ipda I Wayan Eka Ariyana, S.H., menambahkan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam merangkul kearifan lokal di Lombok Barat. Ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan selama prosesi adat berlangsung.

“Berkat kerja sama yang baik antara panitia adat, masyarakat, dan personel di lapangan, selama pelaksanaan pengamanan tidak ditemukan adanya kejadian yang menonjol. Secara keseluruhan, kegiatan berakhir pada pukul 18.10 WITA dalam keadaan aman, lancar, dan kondusif,” tegasnya menutup keterangan kepada awak media.

Keberhasilan pengamanan tradisi Nyongkolan di wilayah Kuripan ini membuktikan bahwa nilai-nilai budaya dapat berjalan beriringan dengan keteraturan sosial. Pihak Kepolisian Resor Lombok Barat terus berkomitmen untuk mengawal setiap kegiatan kemasyarakatan guna mewujudkan situasi wilayah yang harmonis bagi seluruh lapisan warga. Dengan berakhirnya kegiatan ini secara damai, arus lalu lintas di kawasan Desa Kuripan kembali normal dan aktivitas warga berjalan sebagaimana mestinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *