Berita

Polri Dampingi Petani Labuapi Percepat Swasembada Pangan

×

Polri Dampingi Petani Labuapi Percepat Swasembada Pangan

Share this article
Langkah Polsek Labuapi Optimalkan Lahan Produktif di Kuranji Dalang

Lombok Barat, NTB – Pemerintah Indonesia tengah gencar melakukan percepatan target swasembada pangan sebagai pilar utama kedaulatan negara. Merespons visi besar tersebut, jajaran Kepolisian Resor Lombok Barat melalui Polsek Labuapi secara proaktif turun ke lapangan guna memastikan sektor pertanian di tingkat desa bergerak produktif. Langkah nyata ini terlihat melalui aksi Bhabinkamtibmas Desa Kuranji Dalang yang melaksanakan kegiatan sambang produktif pada Kamis (5/2), sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi warga binaan.

Kehadiran personel kepolisian di tengah lahan pertanian bukan sekadar untuk menjaga kondusivitas wilayah, melainkan berperan sebagai katalisator dalam memberdayakan potensi lokal. Melalui dialog interaktif dan peninjauan langsung, Polri berkomitmen memastikan bahwa setiap jengkal lahan di wilayah Lombok Barat dapat dikelola secara optimal guna mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat luas.

Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Bhabinkamtibmas

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., memberikan penekanan khusus pada peran penting Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dalam keterangannya yang disampaikan melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, ditegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari unit terkecil, yakni rumah tangga dan desa.

“Kami menginstruksikan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus memberikan dorongan langsung kepada masyarakat agar aktif mengelola sektor pertanian. Kegiatan di Desa Kuranji Dalang ini merupakan bagian dari komitmen nyata Polri dalam mendukung program pemerintah pusat untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan potensi lokal,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memantau aktivitas warga.

Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa sinergi antara aparat dan petani sangat krusial untuk menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan. Menurutnya, motivasi yang diberikan petugas di lapangan diharapkan mampu membangkitkan semangat swasembada yang dimulai dari pemanfaatan lahan-lahan tidur menjadi area produktif yang menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Optimalisasi Lahan dan Inovasi Sistem Pertanian Lokal

Dalam kunjungan lapangan tersebut, fakta visual menunjukkan adanya perkembangan positif pada pola tanam warga Kuranji Dalang. Bhabinkamtibmas melakukan peninjauan intensif di area lahan yang telah dioptimalkan warga menggunakan sistem mulsa plastik. Teknik ini diaplikasikan untuk menanam berbagai jenis sayur-sayuran guna menjaga kelembapan tanah serta menekan pertumbuhan gulma, sehingga hasil panen diharapkan lebih maksimal dan berkualitas.

Petugas juga memberikan motivasi kepada warga untuk tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Optimalisasi tidak hanya menyasar lahan persawahan yang luas, tetapi juga mencakup pemanfaatan pekarangan rumah. Dengan menanam tanaman pangan di area sekitar hunian, ketersediaan gizi keluarga dapat terjamin tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan pasar. Hal ini selaras dengan konsep kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah.

Monitoring Kualitas Hasil Panen dan Dampak Ekonomi

Selain memberikan pendampingan selama masa tanam, pemantauan juga dilakukan terhadap pengolahan hasil bumi pasca-panen. Petugas turut memantau aktivitas warga yang sedang melakukan penjemuran jagung di pelataran desa. Proses monitoring ini dilakukan guna memastikan kualitas komoditas tetap terjaga sebelum didistribusikan atau dikonsumsi, sehingga petani mendapatkan nilai jual yang layak dan konsumen memperoleh produk pangan yang sehat.

Dialog aktif yang dibangun antara Polri dan warga juga menyentuh aspek ekonomi rumah tangga. Melalui pemanfaatan lahan secara maksimal, beban pengeluaran harian masyarakat diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Sektor pertanian yang dikelola dengan baik tidak hanya menjadi penyangga kebutuhan perut, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Kuranji Dalang.

Dengan konsistensi pendampingan seperti ini, Desa Kuranji Dalang diproyeksikan menjadi salah satu lumbung pangan lokal yang berkontribusi pada stabilitas pangan di wilayah Kabupaten Lombok Barat. Sinergi antara kebijakan pemerintah, pengawalan kepolisian, dan semangat kerja para petani menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita besar Indonesia sebagai negara dengan kedaulatan pangan yang tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polsek Pekat Amankan Terduga Penyalahgunaan Narkotika, Sabu Bruto 0,97 Gram Diserahkan ke Satresnarkoba Dompu, NTB — Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY (35), warga Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, petugas menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,97 gram. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pencurian dua ekor sapi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Pekat melakukan penyelidikan hingga menemukan dua ekor sapi yang diduga berkaitan dengan laporan tersebut di rumah seorang pembeli sapi di wilayah Kecamatan Pekat. Selanjutnya, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, anggota Polsek Pekat melakukan penindakan terhadap terduga MY di wilayah Desa Soritatanga. Dalam rangkaian penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tiga klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, plastik klip, satu bong lengkap sebagai alat hisap, serta sebuah tas/dompet yang berisi gunting, korek api dan klip kosong bekas pakai. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, narkotika jenis sabu tersebut memiliki berat bruto 0,97 gram. Selain itu, dari rangkaian penanganan perkara awal, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan penadahan/pencurian ternak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, anggota Polsek Pekat kemudian menyerahkan terduga beserta barang bukti dugaan narkotika kepada Penyidik Satresnarkoba Polres Dompu di ruang Satresnarkoba Polres Dompu untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasatresnarkoba Polres Dompu IPTU RAHMADUN SISWADI, S.H., membenarkan adanya penyerahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima terduga dan barang bukti dari Polsek Pekat, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum. “Setelah menerima penyerahan dari Polsek Pekat, Satresnarkoba Polres Dompu melakukan pemeriksaan awal terhadap terduga dan barang bukti yang diserahkan. Selanjutnya kami akan mendalami asal-usul narkotika, keterlibatan pihak lain serta melakukan serangkaian tindakan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar IPTU Rahmadun. Menurutnya, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menginterogasi terduga, melakukan penyelidikan terhadap sumber narkotika, serta melaksanakan gelar perkara sebagai bagian dari proses penentuan langkah hukum selanjutnya. “Penyidik akan bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh. Setiap perkembangan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan saksi, penyusunan laporan polisi, pemberkasan dan koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. Terhadap terduga, penyidik mendalami dugaan tindak pidana memiliki, menguasai atau menyimpan narkotika, dengan penerapan pasal yang akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh. Sementara itu, Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat anggota Polsek Pekat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga menemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika. “Polres Dompu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dompu. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan apabila ditemukan adanya tindak pidana, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, Polsek jajaran dan Satresnarkoba sangat penting dalam mengungkap peredaran narkotika. “Polres Dompu mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Identitas pelapor akan ditangani sesuai ketentuan dan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional,” pungkasnya. Saat ini, Satresnarkoba Polres Dompu masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber narkotika serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Seluruh rangkaian kegiatan penangkapan, penggeledahan hingga penyerahan terduga dan barang bukti berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY…