Berita

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Petani Gerung Wujudkan Swasembada Pangan

×

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Petani Gerung Wujudkan Swasembada Pangan

Share this article
Polsek Gerung Dorong Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Giri Tembesi

Lombok Barat, NTB – Komitmen pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional terus diperkuat hingga ke level akar rumput. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap instruksi Presiden Republik Indonesia mengenai program prioritas ketahanan pangan, jajaran kepolisian di wilayah hukum Lombok Barat secara aktif melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat petani.

Pada Sabtu, 17 Januari 2026, Bhabinkamtibmas Desa Giri Tembesi, AIPDA Nyoman Pasek Gel Gel, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi dengan Ketua Kelompok Tani serta warga binaan di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung. Langkah ini diambil guna memastikan akselerasi program swasembada pangan berjalan optimal melalui penguatan sinergi antara aparat keamanan dan sektor pertanian desa.

Penguatan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi di Sektor Pertanian

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan upaya strategis Polri dalam memantau produktivitas lahan pertanian secara langsung. Di lapangan, AIPDA Nyoman Pasek Gel Gel meninjau berbagai potensi komoditas pangan yang tengah dikembangkan, mulai dari tanaman pangan pokok hingga pemanfaatan lahan terbatas di area pemukiman warga.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini sangat krusial sebagai penggerak ekonomi desa. Menurutnya, kehadiran Polri di tengah lahan pertanian bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan kendala yang dihadapi petani dapat teridentifikasi lebih dini.

“Kami terus mendorong seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk turun langsung ke sawah dan ladang. Tujuannya adalah memastikan bahwa instruksi Presiden terkait swasembada pangan dapat terimplementasikan dengan baik hingga ke desa-desa. Kami ingin masyarakat merasa didampingi dalam mengelola sumber daya alam yang ada,” ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran saat dikonfirmasi mengenai kegiatan tersebut.

Mengoptimalkan Lahan Pekarangan dan Komoditas Hortikultura

Dalam tinjauan lapangan tersebut, AIPDA Nyoman Pasek Gel Gel berdialog secara intensif di tengah lahan jagung yang tumbuh subur. Jagung menjadi salah satu komoditas unggulan di Desa Giri Tembesi yang diharapkan mampu menyokong ketersediaan stok pangan daerah. Selain tanaman pokok, edukasi mengenai diversifikasi pangan juga menjadi fokus utama dalam kunjungan kali ini.

Masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan lahan pekarangan rumah mereka kosong. Penggunaan media tanam seperti polibag menjadi solusi praktis bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin berkontribusi dalam ketahanan pangan keluarga. Tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran lainnya dinilai sangat efektif untuk menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal.

“Kami memberikan imbauan kepada warga agar semakin giat memanfaatkan lahan sekecil apa pun, termasuk pekarangan rumah. Dengan menanam cabai atau sayuran menggunakan polibag, minimal kebutuhan dapur sendiri bisa terpenuhi tanpa harus selalu bergantung pada pasar,” kata AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menyampaikan pesan yang ditekankan personelnya di lapangan.

Keberlanjutan Program dan Komitmen Desa Mandiri Pangan

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang tengah melakukan persiapan lahan secara tradisional. AIPDA Nyoman Pasek Gel Gel tidak hanya memantau tanaman yang sudah ada, tetapi juga melihat proses pengolahan tanah yang dilakukan petani guna memastikan keberlanjutan masa tanam berikutnya. Langkah preventif dan pendampingan teknis secara persuasif ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil tani secara signifikan.

Interaksi yang terjalin antara Polri dan kelompok tani ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa secara mandiri. Melalui pengawasan dan pendampingan yang konsisten dari Bhabinkamtibmas, Desa Giri Tembesi diproyeksikan mampu menjadi salah satu role model wilayah yang mandiri pangan di Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini membuktikan bahwa peran kepolisian kini semakin luas, tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program-program pembangunan nasional yang menyentuh kesejahteraan langsung rakyat Indonesia. Dengan adanya kolaborasi yang kuat ini, target pencapaian swasembada pangan nasional bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah tujuan yang optimis dapat dicapai dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Polsek Pekat Amankan Terduga Penyalahgunaan Narkotika, Sabu Bruto 0,97 Gram Diserahkan ke Satresnarkoba Dompu, NTB — Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY (35), warga Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Dari hasil penggeledahan di sebuah rumah di Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat, petugas menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,97 gram. Pengungkapan tersebut berawal dari adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan pencurian dua ekor sapi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Pekat melakukan penyelidikan hingga menemukan dua ekor sapi yang diduga berkaitan dengan laporan tersebut di rumah seorang pembeli sapi di wilayah Kecamatan Pekat. Selanjutnya, pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita, anggota Polsek Pekat melakukan penindakan terhadap terduga MY di wilayah Desa Soritatanga. Dalam rangkaian penggeledahan yang disaksikan saksi masyarakat, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Barang bukti yang diamankan antara lain tiga klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu, plastik klip, satu bong lengkap sebagai alat hisap, serta sebuah tas/dompet yang berisi gunting, korek api dan klip kosong bekas pakai. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, narkotika jenis sabu tersebut memiliki berat bruto 0,97 gram. Selain itu, dari rangkaian penanganan perkara awal, petugas juga mengamankan tiga orang yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan penadahan/pencurian ternak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 Wita, anggota Polsek Pekat kemudian menyerahkan terduga beserta barang bukti dugaan narkotika kepada Penyidik Satresnarkoba Polres Dompu di ruang Satresnarkoba Polres Dompu untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Kasatresnarkoba Polres Dompu IPTU RAHMADUN SISWADI, S.H., membenarkan adanya penyerahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah menerima terduga dan barang bukti dari Polsek Pekat, pihaknya langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan sesuai prosedur hukum. “Setelah menerima penyerahan dari Polsek Pekat, Satresnarkoba Polres Dompu melakukan pemeriksaan awal terhadap terduga dan barang bukti yang diserahkan. Selanjutnya kami akan mendalami asal-usul narkotika, keterlibatan pihak lain serta melakukan serangkaian tindakan penyidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar IPTU Rahmadun. Menurutnya, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, menginterogasi terduga, melakukan penyelidikan terhadap sumber narkotika, serta melaksanakan gelar perkara sebagai bagian dari proses penentuan langkah hukum selanjutnya. “Penyidik akan bekerja secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang diperoleh. Setiap perkembangan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur, termasuk pemeriksaan saksi, penyusunan laporan polisi, pemberkasan dan koordinasi dengan pihak terkait,” tegasnya. Terhadap terduga, penyidik mendalami dugaan tindak pidana memiliki, menguasai atau menyimpan narkotika, dengan penerapan pasal yang akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh. Sementara itu, Tanggapan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat anggota Polsek Pekat dalam menindaklanjuti laporan masyarakat hingga menemukan adanya dugaan tindak pidana narkotika. “Polres Dompu berkomitmen untuk terus memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polres Dompu. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti dan apabila ditemukan adanya tindak pidana, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” jelas IPTU I Nyoman Suardika. Ia menambahkan bahwa sinergi antara masyarakat, Polsek jajaran dan Satresnarkoba sangat penting dalam mengungkap peredaran narkotika. “Polres Dompu mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Identitas pelapor akan ditangani sesuai ketentuan dan setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional,” pungkasnya. Saat ini, Satresnarkoba Polres Dompu masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut untuk mengungkap sumber narkotika serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Seluruh rangkaian kegiatan penangkapan, penggeledahan hingga penyerahan terduga dan barang bukti berlangsung dalam keadaan aman dan lancar. Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu
Berita

Anggota Polsek Pekat mengamankan seorang laki-laki berinisial MY…