Berita

Wujud Dukungan Kegiatan Masyarakat Personel Polsek Brang Rea Kawal Laga di Open Turnamen Sepakbola Brang Rea

×

Wujud Dukungan Kegiatan Masyarakat Personel Polsek Brang Rea Kawal Laga di Open Turnamen Sepakbola Brang Rea

Share this article

Sumbawa Barat, 18 Oktober 2025 – Sebagai bagian dari mendukung kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan tetap kondusif, jajaran pengamanan dari Polsek Brang Rea mengawal pelaksanaan turnamen sepak bola terbuka “Kades Cup I” di Desa Bangkat Munteh, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.

Turnamen yang dibuka sejak pagi hari itu berjalan lancar hingga pertandingan final selesai. Menurut keterangan dari Iptu Ardiyatmaja selaku Kasi Humas Polres Sumbawa Barat, personel Polsek Brang Rea telah melakukan pengamanan mulai dari arus lalu‑lintas menuju lokasi, area pertandingan, hingga usai acara agar seluruh rangkaian berjalan aman dan tertib.

“Kami siagakan personel di titik‐titik rawan baik di jalan masuk pertandingan maupun di sekeliling lapangan untuk menghindari gangguan yang dapat mengganggu kelancaran acara,” ungkap Ardiyatmaja.

Pelaksanaan pengamanan menyertakan patroli responsif, pengaturan lalu‑lintas terutama saat kedatangan tim dan suporter, serta pendampingan selama pertandingan berlangsung. Dengan pengawalan yang intensif, tidak ditemukan gangguan signifikan maupun hambatan berarti yang mengganggu jalannya turnamen.

Kasi Humas juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan seperti Kades Cup I bukan hanya ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antar warga Desa Bangkat Munteh dan meningkatkan rasa aman di lingkungan. “Kami dari Polres Sumbawa Barat bersama Polsek Brang Rea akan terus mendukung setiap kegiatan positif warga dengan pengamanan yang proporsional,” tambahnya.

Acara yang berlangsung sepanjang hari itu sukses ditutup pada petang hari dengan suasana tertib. Turnamen ini diyakini menjadi langkah positif dalam pengembangan kegiatan olahraga tingkat desa serta pembentukan iklim sosial yang kondusif di Kabupaten Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…