Berita

Tabur Kebaikan, Sat Binmas Polres Bima Kota Gelar Jumat Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan

×

Tabur Kebaikan, Sat Binmas Polres Bima Kota Gelar Jumat Berbagi untuk Warga yang Membutuhkan

Share this article

Kota Bima, NTB (19 Oktober 2025) – Sat Binmas Polres Bima Kota kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan “Jumat Berbagi”, yang digelar di wilayah hukum Polres Bima Kota pada Jumat (17/10/2025).

Kegiatan sosial ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Bima Kota IPTU Agus Supriyanto, bersama sejumlah personel Sat Binmas lainnya. Dalam kegiatan tersebut, personel membagikan paket beras dan tali asih kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian Polri terhadap kondisi sosial di lingkungan masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan Jumat Berbagi ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

“Melalui kegiatan Jumat Berbagi ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Ini adalah bagian dari pengabdian kami untuk selalu hadir dan bermanfaat bagi sesama,” ungkap Kapolres.

Polres Bima Kota melalui Sat Binmas berkomitmen menjadikan kegiatan Jumat Berbagi sebagai agenda rutin setiap pekan, guna memperkuat sinergi dan hubungan emosional yang harmonis antara Polri dan masyarakat.

Dengan semangat “Tabur Kebaikan”, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk saling berbagi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…