Berita

BHABINKAMTIBMAS DESA KOKARLIAN AMANKAN KEGIATAN MELASTI DALAM RANGKAIAN UPACARA NGENTEG LINGGIH

×

BHABINKAMTIBMAS DESA KOKARLIAN AMANKAN KEGIATAN MELASTI DALAM RANGKAIAN UPACARA NGENTEG LINGGIH

Share this article

Sumbawa Barat – Bhabinkamtibmas Desa Kokarlian Kecamatan Poto Tano, Brigpol I Nengah Kartu Wijaya, melaksanakan kegiatan pengamanan upacara Melasti dalam rangkaian Ngenteg Linggih Rsi Gana Manca Kelud Pura Dalem Lan Merajepati Bendese Adat Kertha Bhuana, yang digelar oleh umat Hindu Desa Kokarlian, bertempat di Pantai Paloma, Minggu (19/10/2025).

Kegiatan Melasti yang merupakan bagian dari ritual penyucian diri dan sarana upacara tersebut dihadiri oleh ratusan umat Hindu yang dengan khidmat melaksanakan persembahyangan di pinggir pantai. Dalam kegiatan ini, Bhabinkamtibmas bersama pecalang adat turut bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban selama jalannya upacara agar pelaksanaan berlangsung lancar dan khidmat.

Brigpol I Nengah Kartu Wijaya menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan keagamaan.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh kegiatan umat berjalan aman, tertib, dan lancar. Ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap toleransi dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kecamatan Poto Tano,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sumbawa Barat AKBP Zulkarnain, S.I.K. Melalui Kasi Humas Iptu Ardiyatmaja mengapresiasi peran aktif personel Bhabinkamtibmas dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan yang sarat nilai budaya dan spiritualitas.

“Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas agar selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan menjaga harmoni antarumat beragama. Kehadiran Polri dalam kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata semangat Presisi dan pelayanan humanis,” ungkap.

Kegiatan Melasti di Pantai Paloma berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga selesai. Situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Poto Tano pun terpantau dalam keadaan kondusif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…